Tampilkan postingan dengan label keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keluarga. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Januari 2018

KUDETA PERASAAN ALA ALIEN

Ada banyak hal yang gue kangenin dari rumah. Nyokap adalah nomer satu. masakan nyokap adalah nomer dua. Baru setelah itu Bokap, Kakak, Nayla, Tanaman-tanaman gue dan yang terakhir adalah makhluk mungil baru hasil pengembangan dan perbaikan dari produksi sebelumnya, Alien built 2.0 yang dinamai Nayaka. Diyakini popularitasnya akan merebut pasar Alien 1.0 alias Nayla.

All New Alien built 2.0

Selasa, 16 Februari 2016

Way Back Home Part 2 : Teman Terbaik



Siang itu gue terbangun di keramaian terminal Kampung Rambutan. Sebagai salah satu terminal besar di ibukota, kehidupan di terminal Kampung Rambutan lebih keras dari terminal-terminal yang lain. Bencongnya aja sangar-sangar.


Jumat, 04 Juli 2014

Emaak, Aye Nindya Praja, Mak!

Tiga minggu kemaren berakhir dengan ini..

GAP IPDN SUMBAR

Loe pasti tau gue yang mana... :D
GAP JATIM REG SUMBAR XXIII

BUKIT PRAJA


naik, naik, ke puncak bukit

"Sebuah bangsa tidak akan kekurangan sosok pemimpin selama pemudanya suka bertualang ke hutan, gunung dan lautan" JH Dunnant

thats my campuss


Cheer up! click

FAREWELL MAS MBAK JATIM 22 REG SUMBAR

Setiap pertemuan berkonseksuensi pada sebuah perpisahan. Dan seperti semua perpisahan, ada yang namanya momen berpisah. Yakni saat-saat dimana kita tidak siap untuk meninggalkan semua hal dengan semua kenangan yang kita buat bersamanya. Bagi angkatan XXIII, mas mbak XXII sudah seperti keluarga sendiri, mungkin demikian sebaliknya. Hari-hari akan terasa berbeda tanpa melihat wajah mereka, mendengar seru suaranya, hal-hal yang kita bagi bersama, tawa, sedih, bahkan koreksi-koreksi. Setiap hati mereka yang mendengar kata Reg.Sumbar akan bergetar, merasakan kembali potongan hati yang mereka tinggalkan, disini.

Bagi mereka, kampus sumbar mungkin sudah seperti sebuah sepatu, yang awalnya kurang nyaman tapi perlahan semakin pas dipakai dan terus-menerus menemani setiap langkah dan lari mereka. Kini sepatu itu harus dilepas, dan kembali melangkah dengan sepatu yang baru, Jatinangor.

Selamat berjuang, mas mbak, we love you all... :')

tak akan terlupakan

Kita akan berkumpul lagi, yeah

NINDYA PRAJA....

Alhamdulillahi robbil alamiin




HOME!

Cuti tahun ini bener-bener bikin meringis. Tujuh minggu, mulai tanggal 2 juli 2014. Gue bisa pake buat ternak hamster sampe tiga generasi neh. khukhukhuu. Yang pasti gue harus susun rencana cuti panjang ini biar ga berakhir mubadzir seperti tahun-tahun kemaren. Rencananya adalah : menjalankan rencana wasana praja. (nasib masih junior.... T_T )

Rumah, ga banyak yang berubah dari bangunan tua ini. Masih tetap dengan warna yang sama, dan berantakan yang sama. Hei, ranjang warisan, long time no see. :D




Selasa, 01 April 2014

"Masih Ingat Saya?"

Gue maklum, kalau ada orang yang ngira gue adalah hasil peranakan orang jawa dengan manusia inca yang bisa tidur sampe mati. Mengingat kebiasaan gue sering molor di kelas akhir-akhir ini. Yap, mahasiswa tulen, malamnya begadang, siangnya mapan di kelas. Gue merasa keren, kaya batman epilepsi.

Dulu gue percaya kata orang tua kebanyakan molor bikin orang cepet lupa pelajaran di sekolah. Belakangan gue sadar, orang tidur mana bisa inget sekalinya ada badak masuk kelas?

Gue pernah melakukan penyelidikan, dengan teori bahwa sifat diturunkan lewat gen, gue menemukan bahwa kekuatan molor gue ini mirip ama : mas gue. Yap, mas gue, si manusia ngorok. Kalau orang molor diidentikan dengan Kebo, maka mas gue bisa diidentikkan sebagai Kebo Mabok Lem. Tidurnya itu yang tidak akan tergoyangkan meski tsunami chile beneran nyampe ke indonesia. Pulas banget gitu. Digiles mobil aja belum tentu bangun tuh. Pernah gue ama nyokap pulang dari kondangan jam sembilan malem dan sialnya pintu udah kekunci semua, semua, jendela wc juga. Dan mas gue dengan khusyunya molor ilernya ngeces dimana-mana. Gue udah nyoba gedor2 pintu sampe tangan ampir buntung, eh, kagak mempan. Setelah dua jam perjuangan dibantu tetangga, akhirnya gue ama nyokap tidur di rumah tetangga. Besoknya mas gue dipecat sebagai anak. Khukhuu

Tidur memang kebutuhan semua makhluk. Tidur, molor, sleeping, atau yang identik dengan ngiler-yang-tanpa-diakui-dan-disadari, sudah dilakukan sejak makhluk pertama diciptakan di bumi. Semua orang suka tidur. Beberapa malah hobi tidur (ada yang pernah nulis hobinya "tidur" selain keponakan gue disini?). Makin tua orang makin sering tidur. Sesuai dengan hkum newton 1 : kebutuhan tidur berbanding lurus dengan usia (ngarang).

Kenapa gue jadi ngomongin tidur yak? -_-

Oke cukup ngelanturnya, here it is, gue inget, gue mau ngomong tentang nenek gue. Dan nenek gue itu suka tidur lhoo (maksain, biar nyambung).

Gue sayang nenek gue. Cusanek (cucu sayang nenek) itulah gue.

Bisa dibilang nenek udah jadi ibu kedua gue. Sebagian besar masa kecil gue abisin buat maen di rumah nenek. Mulai rumahnya masih dari bambu dulu sampe sekarang udah tembok semua. Nenek guelah yang masakin gue makan, ngerawat gue kalo sakit, dan nyuruh tgue urun kalo lagi ketauan nyolong mangga tetangga. Nenek dan kakek (dari bokap) adalah duet maut yang ngajari gue ngaji dan sholat. Tiap magrib sampe isya gue mengaji al-quran sama kakek dan nenek gue. Seenggaknya sampai gue lulus smp, dan pindah ke kota buat ngelanjutin sekolah gue.

Nenek gue, entah dengan alasan apa, suka banget sama nama gue. Dia yang pertama ngasih tau arti nama Firdaus di nama gue. "itu nama surga Allah yang paling bagus, kalau tole rajin sholat nanti tole bisa masuk surga Firdaus". Gue bengong, nenek bicara dengan bahasa jawa-madura yang campur aduk didepan bocah yang bahkan belum bisa ngebersihin ingusnya sendiri. "nenek juga masuk surga? kan nenek rajin solat?", nenek gue menjawab "iya, nanti kakek, nenek dan robi bisa ketemu di surga Firdaus". And i remember how romantic that afternoon was.

Makin tua, nenek gue makin pikun. Dia makin lupa satu persatu mulai dari hal yang tidak penting sampai yang sangat penting (seperti lupa jalan pulang dari sungai) dan yang amat sangat penting sekali banget (seperti lupa gue ini anaknya siapa -_- ).

Gue ga nyalahin nenek. Usialah yang memaksanya melupakan hal-hal itu.

jalan pulang kerumah, tempat nyimpen panci, kunci pintu rumah, dan cucunya : gue. nenek lupa, mulai dari wajah gue, suara gue, sampe kenyataan bahwa gue ini cucunya. Dan mungkin juga cucu-cucunya yang lain. Jadilah tiap gue pulang ke rumah nenek gue cium tangannya sambil bilang "ini robi, cucu nenek". Meski kadang butuh tambahan 10 menit untuk benar-benar mengingatkannya.

Nenek gue emang udah tua, dan dia mulai lupa banyak hal. Yang gue tau sih, satu-satunya yang sering nenek gue omongin adalah kepergian om gue, anak keduanya, adik bokap gue. Tiap gue datang, apa yang dia pesankan adalah untuk mendoakan om yang udah pergi meninggalkan dia lebih dulu. Selalu itu, selalu dengan nada lirih dan dengan mata yang berlinang. Setiap kalinya gue lihat raut kehilangan dari wajah nenek. Segitu sayangnya nenek ama om. Mungkin karena omlah anak yang paling perhatian ama nenek gue. *Pesan moral : berbakti kepada orang tua bisa ga dilupakan.

Masuk IPDN, hubungan gue ama nenek jadi makin jauh. Banget. Gue cuma bisa pulang enam bulan sekali, di satu sisi nenek gue terus kehilangan daya ingatnya. Jadilah setiap gue pulang ke rumah nenek gue cium tangan nenek sambil menambahkan beberapa kata dibelakang kalimat yang biasa gue ucapkan "ini robi, cucu nenek, masih ingat?".

You know, it felt a bit rough.
Dari sini gue udah merasa, gue udah kehilangan nenek gue.

Makin lama gue makin sering bilang "ingat saya?" ke nenek gue cuma buat dapetin ingatan dia bahwa gue masih cucunya. Cucu yang namanya paling disukai. Cucu yang suka tidur dipangkuannya waktu jagain jemuran padi sore-sore. Cucu yang sering ngilangin sendok buat buat maen oasir-pasiran.

Sekarang, jangankan arti nama gue, bahkan gue anak siapa nenek lupa. Gue takut kalau-kalau gue masuk rumahnya tiba-tiba diteriakin rampok.

Nek, cucumu rindu.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Makin dewasa kita ngerasa waktu berjalan cepet banget. Sambil menyalahkan banyaknya pekerjaan atau jarum jam yang berputar terlalu cepat, memunafikkan bahwa sebenarnya kitalah yang kurang bisa menghargai pentingnya 'waktu'. You know, time is money, in fact money can't buy your time back. Orang kaya pun tidak bisa hidup lebih lama.

Tanpa kita sengaja, waktu telah membawa kita pada tempat dimana kita berada sekarang. Gue lihat sekeliling kamar, gue lihat badan gue sekarang, gue lihat jauh ke dalam diri gue sendiri. Dan gue sadar, gue ga pernah merencanakan 'all of this part of me'. Waktu yang membawa gue jadi bocah 170 cm (which is taller than siblings), punya seragam dinas, punya temen dari nusantara. Waktu yang bertanggung jawab atas keriput-keriput di wajah nyokap.

Dan,
Waktu jugalah yang membawa satu persatu orang di sekitar kita pergi meninggalkan kita.
yap, kita tidaklah abadi.

Waktu yang berjalan sekarang tidak pernah kita pinjam dari orang lain. waktu yang kita jalani adalah life period milik kita sendiri. menyia-menyiakan waktu sama aja membuang hidup kita sendiri.

Gue benci banget ama orang yang suka mengeluhkan keadaan. Yang uangnya habislah, yang tugasnya numpuk, atau yang jenggotnya udah nyentuh mata kaki. Menurut gue orang seperti ini ga mau menerima takdir yang bahkan dia belum tahu seperti apa akhir ceritanya. Orang seperti ini hanya menginginkan keadaan yang sudah menjadi kebiasaannya. Dont you ever heard that special thing is always an out of the box thing? dan pada akhirnya orang seperti ini akan mati dalam kebiasaannya. Kebiasaan yang juga menjadi kebiasaan orang biasa. Kebiasaan yang nyaman. Yang ketika waktunya tiba kita mati, dan dilupakan begitu saja.

Someone ever said, success is not about living forever but creating something that will.
Sesuatu yang hidup terus. Dan investasi sebesar itu depositonya adalah 'waktu'. waktu yang digunakan untuk berbuat sesuatu yang bisa diinget banyak orang untuk waktu yang lama. Karena gue percaya, Ingin hidup kita dikenang atau dilupakan sepenuhnya kitalah yang menentukan.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

25 maret 2014, waktu memberi gue kenyataan pahit kalo nenek gue udah harus pergi menghadap Sang Azza Wa Jalla. Gue ga liat secara langsung, tapi gue yakin nenek gue pergi dengan tenang. Dia nenek yang baik, hamba yang taat, sosok nenek yang ga akan dilupain.

Tidurlah nek, sekarang nenek bisa tidur dengan tenang. Nenek gue mungkin lupa jalan pulang ke rumah tapi tidak akan kehilangan jalannya ke Firdaus, surga kesukaannya.

Dan sekarang di hari ketuju kepergiannya, gue masih berharap bisa ketemu nenek dan bertanya untuk satu kali lagi "masih ingat saya?"


Selasa, 31 Januari 2012

Musibah Gigi Nyokap

(Postingan taon 2010 neh.... O_o )

ijinkan gue sembah kaki nyokap sebelum posting ini gue tulis. sebelum dia tahu, sekali namanya masuk ke blog gue, hacurlah nama baik dia. enjoy.

minggu ini, gue sebut dengan emo weeks. banyak ke-mello-an yang terjadi. mulai dari digrepe guru, ampe kolam  renang. tapi yang paling "nggak-baneg" buat gue, tetep ; keluarga gue bikin gue shock. lagi.

orang bilang sekolah di smada itu banyak seriusnya. buat gue, sekolah di smada itu banyak konyolnya. konyol. totally tolol. gimana ga tolol. kalo keledai aja ga mau jatuh di lobang yang sama 2 kali, gue malah nyebur di empang yang sama 3 kali (penegasan : gue ga bener-bener nyebur empang, itu cuma kiasan).

hari selasa 25 januari bisa jadi selasa terkelabu sepanjang sejarah peradaban dunia kimia. mr. Syam, guru yang paling gue senengin karena gaya mengajarnya yang asyik dan bikin ngerti, siang itu marah besar. ketidakperhatiannya anak-anak monyet di kelas 12 A4 bikin pak Syam jengkol, ralat, jengkel. akibatnya, satu kelas dijarah. satu persatu diberi soal sulit, yang ga bisa jawab bakalan di grepe pake buku tebel sampe bunyi "buk adow". "buk" dari hantaman buku ke punggung dan "adow" jeritan anak monyet kena grepe, ya, kira-kira begitulah bunyinya. gue, sebagai siswa yang sangat 'pandai' menghadapai kimia, tentu saja ....... kena grepe juga. boro-boro bener, mau ngejawab aja terkencing-kencing gue.


rabu besoknya, adalah jadwal les pagi kimia, mr.syam. inget di hari sebelumnya ada gencatan senjata dengan guru satu ini, gue wanti-wanti bener. gue kudhu bangun pagi. gue ga mau kena marah lagi. kalau gue telat, gue bakal terawetkan dalam botol penuh HCl. gue ga mau. akhirnya, gue pun terbangun di pagi hari yang gerimis itu. mempersiapkan segala sesuatunya dan hadir di smada tepat 5 menit sebelum les pagi dimulai. yang gue ga inget waktu itu, PAK SYAM HARI INI BERHALANGAN HADIR. perjuangan gue, berakhir nista. yang bisa gue salahkan saat itu adalah kemampuan mengingat gue yang setara ama ikan lele goreng lalap sambel.

and here i am. pagi buta di smada. ngapain nihhh!!!! *benturin kepala ke tembok.

Next day, kamis paginya, Mom Emi session. semua siswa tahu, bagi mom Emi, 5 menit terlambat artinya belajar diluar. gue tentu ga mau belajar diluar. akhirnya, gue berangkat pagi-pagi banget, and the shit happening, MOM EMI BERHALANGAN HADIR MENDADAK. kali ini, satu keas gondok.

And here we are. pagi buta di smada. ngapain nihhh!!!! *benturin kepala ke tembok massal.

dan ini dia, jum'at pagi. hypnoless bagi kelas gue. dimana dunia fisika yang sejatinya menarik dan menantang menjadi sangat membosankan. bukan karena ga ada gambar ayu ting ting di buku paket fisika. itu memang faktor tapi bukan itu masalahnya. jadi, masalahnya, ketika seudah Mr.A, pengajar mapel fisika gue pegang mic (meski ga pernah ada mic di ruang fisika), dapat dipastikan 31 dari 33 siswa di kelas gue bakalan ngantuk berat. yang satunya lagi pasti udah ngiler di pojokan kelas dan yang satu lagi dirujuk ke UKS terdekat. tapi apa yang gue lakuin di hari jum'at 25 jan 2012 adalah tidak yang seharusnya. gue bangun 6.15. astaganagabonarjadi2. gue telat. mana jam pertama hari itu pas jam fisika pula.

gimana nihhh!!!! *dibenturi ke tembok ama pak A

nah, tu kan, betapa kehidupan SMA gue berlalu layaknya Tapir
*ketip-ketip


dan berita sendu (seng duablek) datang di jum'at siang itu juga. pas pulang sekolah, sebelum pergi ke masjid buat ketemuan sama Allah, hape gue berbunyi, dari bunyi ayam jago lagi berkruyuk gue tahu, itu sms. ternyata dari abang gue.

SmsAbangGue : dek, kamu ada dimana?
SmsBalesanGue : di skul, kenape? jadwal sibuk, jangan ganggu hari-hariku lagi bang.
SAG : udah gila ya?. mama hari ini ke lumajang, tadi siang berangkat bareng bu lek (tante), kamu temuin gih
SBG : hah? ngapain mama ke lumajang? ga biasanya
SAG : tadi pagi ada musibah kecil. biar mama tenang dulu di Lumajang.
SBG : hae? musibah apaan bang?
SAG : uhm, tanya mama langsung aja, ga tega q ceritanya, kasian mama. mungkin mama nanti nginep, q suruh mama tenangin diri dulu.

jleb, sms dari abang gue cukup bikin gue mikir. ada apa? kenapa mama gue ke lumajang? nginep segala. musibah apa yang udah terjadi di rumah?.
gue tahu nyokap gue, meski nyokap parnoan, dia ga mungkin lari sampe ke lumajang hanya gara-gara kuku jarinya patah, atau sinetron Cinta Anugerah tamat. gue ga bisa bayangin, nyokap gue nyampe di Lumajang, mata nanar sambil meluk gue "dek, kuku mama patah dek, KUKU MAMA UDAH PATAH, mama makin tuaa....aaa....aaaa". ato dengan histeris nangis-nangis di depan bu lek Har "Har . . . . Nabila Har, Nabila dah ga akan pernah ada lagi Har, ga akan pernah, dia udah bahagia dengan Nugi, CINTA ANUGERAH TAMAT HAR.....". engga, mamaku ga se mello itu.
gue tetep ga habis pikir. apa papa nelpon marah-marah lagi? apa rumah kita kebakaran? ato yang paling buruk, mungkinkah, nenek gue, NENEK.........!!

gue tanya lagi ke abang gue
SBG : bang, ada apaan sih, ga asik banget deh
SAG : ga ada apa-apa dek. kamu belajar aja yang bener. jangan mikir macam-macam
SBG : bang.....
SAG : GA ADA APA-APA DEK

surat meyurat siang itu berakhir penuh emoticon :-?

resah, habis sholat jum'at gue langsung pulang. dan bener, dikamar bulek Har, ada sosok wanita paruh baya itu terbaring menghadap dinding. gue, makin resah, gue naik ke ranjang dan pegang pundaknya dan gue bilang "Ma.....". dan wanita itu berbalik badan seraya berkata "mamamu di kamar depan". monyet, ternyata itu bu lek Bad.
gue langsung beranjak ke kamar depan, kamar gue, dan disana ada nyokap ama bulek Har. ngapain mereka di kamar gue? jangan-janga emang udah terjadi sesuatu ama keluarga di rumah. gue beraniin diri untuk nanya ke nyokap.

gue : ma, kenapa ma?
mama : (diem doang)
gue : ma, ada apa ma?
mama : (masih diem, geleng-geleng kepala)
gue : ma, ada apa.... kata abang ada musibah di rumah

oh tidak, inilah saatnya, berita buruk akan segera gue denger. akankah gue sanggup mendengar kabar buruk dari mama gue. akankah gue pingsan mendengarnya. akankah anang dan ashanti menikah. yak, ini jawabannya.
mama gue belum ngasih petunjuk apa-apa, Bu lek Har memberikan jawaban itu ke gue

"musibah? musibah apa? mamamu baru aja ganti giginya yang patah, dan kayaknya terlalu berlebihan kita sebut itu musibah"

gue : oh.....

ada hening sejenak
ada ketawa kecil dari nyokap

gue : oh.... (tetep)
lalu satu ruangan ketawa. gila, abang gue emang sinting. ternyata musibah yang kakak gue maksud adalah ini : gigi nyokap patah. ketidak pentingannya level 10. ga lebih penting dari "dek, dikamar abang ada tikus". bener-bener ga penting. meski gratis, gue jadi sedikit ga rela sms.an ama abang gue.....

sorenya, gue putusin pulang bareng nyokap dan bu lek Bad. kita beritga, menggunakan satu beat putih. sangat tidak berperikebeatputihan.

dirumah, cuaca di randuagung serem abis. angin kenceng, hujan deras banget dan gemuruh guntur extra pake kilat. dengan posisi rumah gue yang banyak pohon-pohon gedhe disekitarnya, ini lebih buruk dari skenario bunuh diri.

disuasana chaos kayak gini. gue tentu ga berani menghidupkan tipi di ruang tamu. meskipun gue pengen banget liat gombal-gembel trans tv. tapi gue milih selamet dari cakaran nyokap. yap, nyokap emang parnoan. nyokap bener-bener takut kalau rumah kita kesamber gledek karena ngidupin tipi. bahkan, ketika gue main PS1 pun (tanpa kabel antena atau parabola menyertai) nyokap tetep panik dan minta gue matiin tipinya. nyokap gue salah gaul.

jadi gue mainin laptop gue. dan seharusnya gue tahu, disaat seperti ini, gue ga boleh mancing perhatian nyokap dengan sok berisik nyetelin winamp. wal hasil, nyokap gue datang merazia gue di ruang tamu.

mama : (dengan panik) robh, matiin laptopnya, nanti kesamber gledek loh!! kemarin mama lihat di tipi, komputer teller bank BRI meledak kesamber gledek. ih, ngeri loh.
gue : (dengan sabar) ga mungkin lah ma, kan adek ga pake internet. jadi ga mungkin kesambet.
mama : (tambah sewot) tapi kan tetep aja pake listrik
gue : (tetep sabar) itu ga masalah. tuh lampu juga pake listrik. tapi rumah kita aman aja kan. ga ada gledek yang maen samber.
mama : (ga trima) udah matiin aja kenapa sih. nunggu kesamber beneran ya??
gue : (mulai sewot) tapi ma......
mama : (kalap) MATIIN SEKARANG
gue : *nunduk matiin laptop

ga mau kehilangan nyawa. gue nurut aje.
gue lanjutin malam itu dengan berebahan di kasur gue yang udah lama ga gue jamah. gue ga pulang, dia diem. gue ama yang lain juga dia diem aja. kasur gue emang perhatian.

seiring terus berjalannya kegeblekan di keluarga gue (kesintingan abang gue, parnonya nyokap gue, sampe alien peliaraan rumah), gue mulai berpikir, kayaknya emang garis cerita gue bareng keluarga ini aga mencleng dari jalur kebenaran.

pelajaran penting :
menurut ilmu biologi, sifat diturunkan melalui gen. segala bentuk informasi bentuk rupa, warna mata hingga sifat-sifat non fisis diwariskan melalui bank data yang disebut DNA. akhir-akhir ini, kelas gue lagi sibuk-sibuknya ngebahas tentang pewarisan sifat, hingga muncul skandal Balada Ibor - Fathir, oleh JB (Jabar Brondongku) seperti yang gue ceritain kemarin. namun, satu yang orang jarang tahu, Keunyuan itu diwariskan juga, lho.

well, thats what going on this week.
sebelum posting cerita ini, gue sempet nyari-nyari daleman blog gue (kancut, BH dan sebagainya) siapa tahu ada koment-koment ato tambaha follower. ternyata belum. hihihiii. buat yang udah baca ini, bantu gue nambah racun semangat ya.

next gue bakal nyritain jadwal supersinting gue sebagai MC dan kisah bareng si Adeg. keep watching.

Minggu, 18 Desember 2011

Alien Titisan Dewa

Argghh,, alien lagi, kini dia berulah semakin parah, sadis, anarkis dan meringis.

Gue ga tau harus menganggap bocah ingusan ini anugerah ataukah musibah. Anak lucu cantik pinter tapi sering mengundang marabahaya. Andai ni bocah ada di istana negara, gue yakin dia udah bikin bencana nasional disana.

Hari minggu, hari cium mama papa, I’am home, hallo home, hallo my room, hallo my plants,  hallo mi ayam dan penjual-penjualnya yang c1m03t cl4lo3…… tolong gue keselek

Sore yang indah di bumi Gedangmas. Desa elok amat kucinta. Desa tumpah darahku yang mulya dan kupuja sepanjang masa. Ough, even doraemons’ is better than my voice. Gue duduk nongkrong nyantai di kursi depan rumah gue sambil mainin laptop. Dan seperti yang bisa loe tebak, alien mungil muncul secara misterius. Dia berulah lagi dan niat jahatnya makin menjadi-jadi. Alien Oh alien.

Nayla mukul-mukul  beringas dengan tongkat bamboo yang ditemuin di tanah. Andai saja nay tahu kalau tanah itu sudah dicemari kotoran burung onta. Penganiayaan ini tidak hanya dialami oleh gue, tapi laptop gue juga. Kasihan laptop gue. Udah gue paksain kerja keras masih aja dipukuli majikan sekundernya. Untungnya aksinya ini tidak berlangsung lama.

Tapi ada yang lebih mengerikan, dia numpahin air kearah laptop gue. Memang tidak tepat sasaran tapi alirannya jelas menuju target. Mungkin seharusnya nayla gue ajarin jadwal krimbat nih laptop dan tata cara mempergaulinya. Agar alien mungil yang hidup dirumah gue ini tidak semakin liar.

Dalam kondisi yang segmenting itu, gue selaku siswa R-SMA-BI SMA NEGERI 2 LUMAJANG (gila sombong abiss) harus cak-cek mengambil tindakan. Gue lihat ada tisu disamping gue. Sialnya, begitu tisu hamper aja gue raih, nayla dengan rakusnya mengambil tisu itu dan mempergunakannya untuk mengelap sisa saus cilot dan coklat di mulutnya. Sambel. Kondisi tidak menguntungkan ini memaksa gue bergerak lebih jauh kearah dapur, lap masak sang bunda, opsi terahir yang tersedia. Tenang top, kinerja laptop yang teraniaya masih diakui.

Tertangkap Kamera
Skip to the evening, ada duren nih, cihuy, asek asek. Duren kecil itu tinggal sendirian saja. Santap santap.

Namun sekali lagi, malang tak dapat ditolak untung tak dapat diraih. Alien kecil menculik duren kesayangan gue. Gue coba negoisasi dan lobbying “nay, om minta sedikit ya, ka nom belum pernah”. Tatapan nay sendu, mulutnya mangap, dan yes, dia kabur, membawa lari barang bukti berupa duren imut idaman.
"Puna Achu, Ini cemua punya achu" : alien alay
















Terlepas dari itu semua, gue sempat terharu ama kejadian terakhir mala mini. Yakni saat gue, secara tidak sengaja, memakai nada tinggi saat nay mencoba (sekali lagi) mengakhiri hidup si laptop dengan tombol biru ajaib. “NAYY…”. Dan apa yang dilakukannya teman-teman, dia lari ke kamarnya, gue ikutin, dia tengkurep dan nangis. Sampai akhirnya suaranya hilang seiring terlelapnya dia.

Disana gue terenyuh, ada pelajaran penting hari ini, ternyata anak kecil se alien naypun bisa merasakan sakitnya diomongin cara kasar.

Cepatlah besar nay, tapi jangan hancurkan isi rumah ini.
Eniwey, besoknya nay udah ga bakalan sedih lagi, dia ada acara study tour bersama teman-teman PAUDnya ke taman botani jember. Gila aja nih alien ngerti apa ? pasti ini politik praktis para ibu2 ekonomis. Over all. Semoga nay bisa menemukan jodohnya disana. yang sejenis dengan dia.

Selasa, 13 Desember 2011

Cita - Cita Setinggi Indomart.

well yah, terakhir pulang ke pangkuan bunda terasa kurang puas. jam 6 sore sampe rumah, paginya jam 6 angkat kaki lagi. tugas belajar di luar desa. mama, papa, i strongly miss u so.

tapi cerita baru tetep gue dapet. kali ini dari si alien mungil.
jangan tertipu wajah polosnya














jadi ceritanya gue sama mama lagi santai di ruang tamu. gue duduk anggun bersarung dan mama duduk disamping gue. ga tahu juga kenapa mama lagi ga datang moodnya nonton Tarung Dangdut di MNC TV. mama ngajak ngobrol naglur ngidul. mulai ngomongin papa, sekolah q, sampe rambutan. "rambutan kok ga merah merah ya?", "disemir aja ma".. gue harap jawaban gue cukup memuaskan mama.

dan seperti biasanya, ketika ada gue lagi duduk membuka laptop, alien kecil di rumah gue muncul dengan niat yang sulit di tebak. "om om om". dan gue, sebagai om penyayang rangkul dia bareng gue didepan laptop. dan seharusnya gue tahu kalo nih alien suka banget ama tombol biru menyala di pojok kakan laptop gue. tatkala Term Of References (TOR) gue dah mau kelar satu, laptop gue kena pemadaman Alien. sambel.

"anak baik, ga boleh gitu ya, jangan tekan itu lagi, ok?"
"aaa......." dia merengek dan mencobanya lagi teman-teman, dan berhasil, belum hidup mati lagi.
"nay, om bilang jangan, atau km om deportasi ke kamar, jangan, jangan dan jangan"

akhirnya setelah melakukan lnegosiasu yang alot, Nayla akhirnya mengerti. dia duduk diam memperhatikan omnya bekerja. masih dipangkuan gue.

"Nayla pasti jadi orang sukses..... ya kan anak baik?!"
mama mulai mengigau

tapi harus gue akuin, nih alien termasuk spesies cerdas, menurut gue, masa kecilnya dia cepet banget belajar guling-guling, ngomong, jalan, bahkan belajar ngencingin omnya. Alien.

dia cepet mengenali cara memanggil orang. meskipun sebatas pemahaman dia. "yayah" buat bokapnya. "nyenyek" buat mama gue. "lekmi" buat tukang jual mie depan rumah. dan "acho" buat tukang bakso langganan gue. gue sama sekali ga paham. mungkin inilah cara alien belajar ngomong.

lanjut, ketika asyik ketak-ketik, gue perhatiin Nayla ini terlihat seolah-olah dia sedang mencoba megetikkan sesuatu. tangannya maju ke keyboard dan jari telunjuk kanan kirinya bergerak berpindah-pindah di tuts tuts. habis itu, tangan kanannya Nay lalu terlihat mengambil dan meletakkan sesuatu gitu. gue masih ga paham. terakhir dia letakkan kedua tangannya didepan dada. you know, kayak biksu-biksu di kuil. "amitabaa...". duh, merinding. disitu gue jadi tambah bingung.

pola itu Nayla lakukan berkali-kali.

semakin lama, semakin gue coba pikir dan tebak, gue semakin bingung. "nih bocah ngapain sih?". mama gue ngasih pencerahan "bukannya dia niruin om, ya kan nay...". pliss ma, aku sayang mama.

akhirnya nyokap si Nayla lewat dan gue tanya. "tangane arek iki nyapo seh mbak?". atau dalam bahasa manusianya "tangan nih bocah ngapain si mbak?". dan tahukah kalian teman-teman, bahkan nyokapnya yang, seperti kebanyakan nyokap yang lain, paling mengerti setiap jenis bahasa yang ditunjukan bocahnya ga bisa ngartiin what she wants me to know.

gue : "emang hari ini nay ngapain aja? atau menyaksikan apa?"
nyokapnya : "ga nonton yang aneh-aneh kok hari ini"
gue : "emang biasanya aneh-aneh? trus?"
nyokapnya : "hmm, palingan tadi pergi diajak ayahnya ke indomaret"
gue : "hmmm....."

gue berpikir lagi, dan gue kaget. jangan - jangan nayla coba niruin MBAK - MBAK KASIR DI INDOMART. ya benar, ketik-ketik, ambil uang kasih kembalian, dan "terima kasih, selamat berbelanja kembali". oh gosh. selamatkan cita-cita anak ini. jangan biarkan dia bertengger di depan mesin kasir yang nista itu.

selamatkan anak ini dari mesin kasir....















oh ponakanku. gantungkan cita-citamu setinggi langit nak, jangan setinggi tulisan Indomart di minimarket itu. kasian kamunya nanti kalau om bikin utang terus.

eniwei, try out unas nanti bakalan kayak apa ya jadinya? nyoba kesaktian aja ah.