"coklat tua, coklat muda, merah, kuning, hijau, apaan coba tebak?"
"Pramuka maen cat" seru tmen gue
"salah"
"Pramuka maen tongkat warna-warni" seru yang laen
"masih salam"
"pramuka maen di semak-semak, boker sambil berdarah-darah" cletuk yang laen
"apaan coba"
"terus apaan donga"
"MBAH SURIP LATIHAN PRAMUKA"
sedih gue
sering gue ditanya orang-orang "ngapain sih ikut pramuka?", atau "apasih hebatnya pramuka?". ada juga yang lebih keren "emang pramuka masih ada?". sedih juga gue dengernya. tapi its oke lah. selama mereka ga bikin gue rugi, biarkan saja menggonggong. toh mereka ga tahu yang sebenernya. dan mereka juga berhak berpendapat apapun semau mereka.
tapi yang gue sebelin justru karna gue malah ga bisa jawab pertanyaan-pertanyaan itu. misal "apa sih enaknya ikut pramuka?". nah, saat ditanya gitu gue serasa mati. ga bisa jawab apa-apa. biasanya "ya, enak aja, seru, kebersamaan, kompak, keberanian..... blablabal". suatu jawaban yang bahkan anak SD bisa melafalkan dengan fasih. dan gue ngerasa ga nyaman dengan jawaban itu.
sebelnya lagi, ketika gue dah ga mampu jawab, ato udah lebih ke "ga mau" jawab aja, percuma juga kan ngomong ama orang ga ngerti, mereka lalu menimpali "wkwkwk, pramuka ga jelas".
disana gue langsung berpikir : emang bener, pramuka itu emang suatu yang jelas bagi mereka. yang ga bisa gue terangin dengan jelas. yang ga bisa mereka mengerti dengan jels, yang ga bisa mereka pahami dengan jelas. karena mungkin kejelasan bagi mereka adalah yang berkatian dengan uang dan jabatan. kejelasan bagi mereka adalah yang memberikan banyak piala dan nilai tinggi di raport. atau mungkin juga kejelasan bagi mereka yang bisa membuat mereka keren seperti jalan sempoyongan di tengah jalan nyebarin aroma rokok campur alkohol.
gue juga sebel ketika setiap kali nilai gue merah (baca :ancur) mama gue selalu melontarkan kalimat saktinya "gara-gara kempang-kemping terus, gara-gara pramuka, sok sibuk dimana-mana". hal ini sama seperti gue sarapan nasi goreng dan mencret di skul lalu mama gue marah-marah "gara-gara makan nasi pecel, ga makan nasi goreng buatan mama, sok doyan nasi pecel". suatu hal tanpa kemiripan yang jauuuuuhhhhhh tak beralasan.
tambah sebel juga ketika kakak gue, harapan gue satu-satunya buat ngebela gue sebagai anak yang lebh dahulu merasakan punya mama sedemikian tersebut malah menjatuhkan gue. "bener ma, pasti kebanyakan maen di pramuka, jadi ga belajar". sambel
disaat itu juga gue berpikir : kenapa mereka sewot, kenapa mereka ga bisa naruh kepercayaan ke gue. gue yang jalanin hidup , gue yang tehu kemana jalan kehidupan bakal bawa nasib gue. atau emang mereka hanya menginginkan nilai-nilai besar bergulir indah di rapor, menyandang banyak pujian, sehingga lulus kuliah di universitas terkenal kemudian bingung mau cari uang dimana. seperti sarjana matematika yang jaga counter pulsa? atau sarjana fisika yang jual es degan?
sekedar klarifikasi. pas jaman gue SD sampe lulus SMP, ranking gue selalu pertama. di SMA, kelas X masih bisa nongkrong di rangking 3. semster 3-5 gue baru banyak penurunan. gue seolah bosen. gue seolah jenuh. gue seolah tersadarkan bahwa selama ini, nilai-nilai yang gue bikin adalah dibawah tekanan banyak pihak. terlebih gue sadar, nilai-nilai ini ga sepenuhnya nentuin masa depan gue nanti. karna yang nentuin adalah usaha gue menulis kisah hidup, bukan menulis nilai.
tulisan ga selesai..
Selasa, 14 Agustus 2012
Sabtu, 09 Juni 2012
Malang, di Bis, dan Masa Depan
kali ini gue bakal omongin hal yang rada-rada bener. emang, banyak hal yang suka nyelip dipikiran kita buat kita pikirin. mesi kadang kita males buat mikirinnya, ato bahkan gita ga tau harus mikirinnya gimana.... tapi kita tetep kepengen mikirin. hayoloh.. life is simply complicated. seperti cerita gue kali ini.
this next story, it is a bit touchy
4 maret kemaren gue abis dari Malang. buat yang ga tau Malang, gue terangkan gue engga sedang kena kutuk sehingga ketiban sial, Malang disini bukan semacam Nasib. meskipun akhir-akhir ini gue sering banget digebukin si Tapir. Malang disini adalah pencuri rumah. eh, itu Maling, ding. oke, Malang adalah Kabupaten yang terkenal dengan Kota Apel. Malang juga dikenal sebagai tempat dimana kakak sepupu gue ngabisin duit bokapnya dengan kedok kuliah. wajah ganteng emang bisa bikin budget pacaran abang gue ini ga terkontrol. dan Malang adalah tempat diadainnya Try Out Nasional USM STIS untuk regional Jatim (Jago Timpuk).
dan ya, gue mutusin ikut, tanpa satu ekor manusiapun dari smada yang ikut. alasan utamanya, tanggal 5 UAS. dan mereka ketakutan. seolah "UAS" adalah mantra yang bisa mengutuk mereka menjadi kalajengking kepala tengu. saat itu mungkin mereka belum sadar, kalo UAS brarti...... gotong royong, muehehehee.
praktislah perjalanan gue kali ini menjadi perjalanan pertama gue naik bis sendirian. semacam jadi sasaran empuk buat om-om maho gentayangan. itupun kalo ada yang mau sama gue. hueheheehee
semua bekal udah siap : uang, minuman, dan pantat (yang bugar), 4 hours travel should be much stifling. pantat gue pasti six-pack. luckily, gue punya 'Tapir' di hape. mesi banyak ditinggal ngilernya. hell yeah.
on the way there, beruntunglah gue ga beneran ada om-om maho gentayangan, tapi ada sesuatu yang lebih touchy..
............................................................................................................................................................
semua berjalan oke-oke aja (dalam hal ini 'oke' bisa dibaca 'bosan yang tanpa gangguan') sampai satu dari sekian banyak pengamen yang udah naek bis gue adalah seorang bapak-bapak, tua, tak terawat sama sekali. kulit wajahnya hitam dan mengkriput, kira-kira 57 tahunan lah. ujung rambut sampai ujung sendal jepitnya klimis-klimis berantakan, lusuh, dan berdebu. memakai jaket army hijau gelap yang tebal, celana rombeng banyak bolongnya (gue bersyukur bolongnya ga di selangkangan). dengan gitar nilonnya, ia mangap, giginya jarang, ia bernyanyi dengan suara yang tidak biasa. suaranya melengking, lirih, ga enak. dari suara melengking, lirih dan ga enaknya itu terdengar seolah ia telah membawa kenestapaan hidup yang luar biasa. hidupnya seolah telah penuh sesak dengan beban-beban berat bejibun. hingga pada akhirnya, dengan lagunya yang tak terdengar jelas, ia tampak begitu menyedihkan buat gue.
selesai nyanyi, dia ngeluarin kantong bekas permen FOX dan mulai menengadahkannya ke penumpang-penumpang dari kursi paling depan ke belakang. lebih bikin miris lagi, setiap ia menengadahkan kantungnya si bapak, dengan suaranya yang serak-serak tsunami, berkata "sedekahnya paak / buu" lalu diikuti "terima kasiih paak / buu" diberi, ataupun tidak.
saat itu, yang terlintas dikepala gue adalah : dimana keluarganya?. bapak-bapak ini udah ga seharusnya ngamen, dia ga punya bakat dan wajahnya udah lusuh letih. kemana sanak saudaranya? tidak adakah yang mau menampungnya? terlebih, kemana anaknya? keluarganya? kenapa ia ditelantarkan?
dalam situasi yang touchy seperti ini gue jadi banyak berpikir tentang banyak hal. you know, dalam hidup kita diberi banyak pilihan.pilihan untuk mendapatkan atau melakukan sesuatu diatas sesuatu yang lainnya. satu diambil, satu akan ditinggalkan, dan begitulah alamiahnya. kita memilih, melakukan dan menetukan semua hal dalam hidup ini berdasar petimbangan pribadi akan kebutuhan kita. and yes, kita juga yang menerima konsekuensi atas pilihan kita. this is what called as "opportunity cost".
kadang gue berpikir bahwa Tuhan memang tidak membuatkan kita satu takdir, tapi menyediakan rancangan-rancangan takdir yang bisa kita pilih. contoh gampang kalo kita milih makan di warung A berarti kita udah menolak takdir untuk berjalan, berinteraksi, dan makan di warung B. dan keputusan untuk memilih warung A itu sendiri hanya karna kita kepengen aja makan disitu. gak ada kendala lain yang memperngaruhi kita. we do it by our will.
sedikit agak komplek, seperti jika kita memilih untuk menjadi seorang pengamen di bis-bis, berarti kita udah membuang takdir kita menjadi seorang pedagang. membuang segala kemungkinan berkehidupan lebih layak dan lebih baik. dan keputusan itu kita pilih karena faktor dalam diri kita sendiri : hobi, cuma pengen, ato bahkan males ajah.
lebih kompleks lagi, di masa-masa muda / masa-masa penentuan kehidupan masa tua, jika kita memimiih takdir untuk hidup lebih santai-santai, facebookan, skateboarding, hang out sana sini, maka kita udah membuang takdir untuk membaca buku, melakukan penelitian, berinovasi dan menjadi seorang yang lebih pandai dari sekarang biar jadi seorang ilmuwan, orang kaya, atau orang sukses lainnya. dan pemilihan itu paling sering memang datang dari kemauan kita sendiri. yang berarti, Tuhan sudah menghilangkan semua hal yang 'mengharuskan kita memilih', sehingga pemilihan mutlak berada di tangan kita. bingung?? sama. begini kalau gue beri gambaran kompleksnya :
plot : anak-anak --> remaja --> pemuda --> dewasa --> mati
nah, dalam hidup kita, sadar atu tidak kita bisa memilih antara skenario hidup a ;
skenario a :
maen bola, tidur, bolos --> nyantai, facebook, smsan, pacaran ---> foya-foya, do what i wanna do, cepet-cepet nikah ---> less skill, hidup susah, kerja susah, emosinal, kriminal --> mati tanpa kesan
atau skenario hidup b ;
skenario b :
rajin baca, pramuka, ngaji --> giat belajar, lomba-lomba, berprestasi, --> exploring the world, berbakti, inovasi, gak nikah sebelum sukses, banggain ortu, ibadah ibadah ibadah --> hidup layak, bahagia, kaya raya, baksos --> dikenang sebagai orang sukses dari dinasti keluarga sendiri.
atau skenario-skenario lain yang bisa kita kita pilih. karena seringkali (contoh) kita lebih memilih facebookan ketika tersedia waktu buat ngerjain PeeR, kita milih tidur ketika ada waktu buat olahraga, atau kita lebih milih belanja ketika ada kesempatan untuk menabung. we often spend our time to do what we wanna do rather than what we shall to do. hingga pada akhirnya banyak orang mengeluhkan kenapa Tuhan memberi mereka hidup yang berat, dengan tidak menyadari bahwa sebenarnya Tuhan telah menyediakan jalan lain yang lebih menyenangkan. tapi mereka menolak.
guru gue, Mr. Sutrisno, pernah bilang ke gue "anggaplah Allah memberi kita 1000 point kesempatan, 500 point kegagalan dan 500 point kesuksesan, maka selagi kamu muda dan bertenaga habiskanlah 500point kegagalanmu dulu sehingga di kehidupanmu kelak di setiap usaha yang kamu lakukan tidak akan ada kesempatan lain kecuali kesuksesan". yang dalam ringkasannya bakalan jadi "berakit-rakit kehulu, berenang di empangan".
kita semua punya masa muda untuk belajar, untuk berlatih, dan untuk mempersiapkan masa yang akan datang hingga ajal menjelang. percayalah bahwa Tuhan tidak pernah tidak menyayangi umatnya. Tidak ada Tuhan yang menakdirkan umatnya untuk selalu sengsara, we can stiil choose our own schenario of life.
dan waktu gue di bis ini, gue jadi mikir, skenario seperti apakah yang udah bapak pengamen ini jalani hingga hidupnya tampak begitu menyedihkan seperti ini?
orang bisa aja ngebantah argument dengan bilang "hidup itu ga semudah kita mengucapkannya", buat gue ini ga bisa jadi alasan, karena cuma bakal jadi penghambat. just like albert einstein said "jika fakta tidak sesuai dengan teori, maka ubahlah faktanya". tidak ada tempat bagi orang sukses untuk beralas-alasan. alasan yang tersadari, maupun yang tidak.
ga sedikit gue temuin banyak orang yang kekeuh megang prinsip justru salah mengartikan prinsipnya. satu yang paling sering adalah, "be yourself". wew, sekilas, kalimat ini mengandung kekuatan besar yang dapat mengantar seseorang menuju kepribadian yang tak tergoyahkan. emang. tapi kalo kalimat ini dipake orang yang udah mulai prustasi ama keadaan, bakalan jadi merepotkan. katakanlah seorang bule america datang ke kraton jogja. kalo si bule gambreng make prinsip "be yourself" dan kemana-mana cuma make beha doang, ya bakal diusir lah. syukur-syukur kalo ga disate ama si sultan. so, prinsip ini menurut gue perlu diganti. orang sih boleh-boleh aja jadi apa yang mereka pengen, tapi kita juga peru liat kondisi dan tuntutan di sekitar. kita mampu melihat, kita bisa mendengar, kita perlu bertindak. jadilah seperti apa yang orang lain minta kepada kita, dengan cara kita sendiri. so, "be your growing self".
contoh lain dari dalam negeri, orang-orang jawa sering make kalimat "urip kudhu disyukuri, ngene ae cukup" di dalam rumah yang udah hampir rubuh. oke, kalimat ini emang harusnya dipake buat mensyukuri nikmat Tuhan, tapi ga harus tetep begitu-begitu aja dong? harus ada passion untuk berubah sehingga nikmatnya lebih nambah dan kita jadi lebih bersyukur.
well, uang emang bukan kunci kebahagiaan, tapi pasti sangat membantu. setuju?
balik ngeliatin si bapak, gue jadi berpikir seperti apa hidup gue kelak. sejahtera, abiasa saja atau berujung seperti bapak ini? who knows. semua yang bakal gue adepin waktu tua ntar tergantung gimana gue ngadepin masa-masa sekarang.
gue juga percaya banget ama konsep 'kehidupan berputar kayak roda'. yang susah sekarang bakal hidup seneng suatu saat, entah bagaimana caranya itu. Tuhan udah punya skenarionya. gue pun mulai sering ngebayangin kehidupan gue di masa depan, penuh glamour. merancang dan mengawang skenario-skenario kehidupan gue yang fenomenal. gue pengen kaya raya, itu yang pertama. lalu dengan kekayaan gue, gue bikin hidup gue berguna buat orang lain. gue pengen berangkatin haji ortu gue, bikin tempat usaha yang gedhe, punya banyak karyawan, punya campground biar bisa maen-maen ama temen n keluarga, dan banyak-banyakin bhakti sosial. gue ga mau hidup gue berlalu biasa-biasa aja, kayak kebanyakan orang ngabisin hidupnya, seperti angin lalu ; datang, singgah, pergi, dan ga ada orang yang ingat kapan terakhir kali gue jalan bareng lereka. terlebih kayak angin kentut yang berlalu, kedatangannya cuma bikin kesell.
gue pengen dikenang. gue pengen pas pemakaman gue entar banyak yang ngelayat dan doain gue. bahkan setelah puluhan tahun gue meninggal orang-orang tetep mengenal gue sebagai sosok yang baik dan apa adanya, sehingga orang-orang yang pernah kenal gue mau berpesan kepada anak mereka "tiru, jadilah seperti Robi zam-zam". yah, setidaknya gue bisa tetep hidup lewat semangat gue.
gue selau pengen hidup gue lebih berarti dari orang lain. dengan konsekuensi, gue ga boleh nyante-nyante aja dimasa sekarang, gue musti berusaha yang lebih dari orang lain.and i will take it.
.............................................................................................................................................................
setelah menaruh beberapa receh di kantung si bapak (gue jarang ngasih uang ke pengamen, ini karena udah beneran kasihan) gue kembali ke dunia nyata.
gue dijemput diterminal Arjosari. dari lamanya abang gue dateng, sampe-sampe sebungkus Nissin crispy cracker nyaris habis, gue sempet berburuk sangka bahwa selain abang gue dimalang ska berfoya-foya juga kerja sambilan jadi babi ngepet. jadi sebelum nyusul gue, abang masih sibuk berubah jadi manusia lagi.
ternyata gue salah (yaeyalah), ternyata kos.an abang gue emang lumayan jauh dari terminal arjosari.thanks banget bang, udah mau repot-repot nyusul gue, jadi ngerasa bersalah udah nyela-nyela loe tanpa ijin.
malem itu gue santai-santai, ngemil Nissin crispy cracker (iye, gue doyan banget), sholat, ama makan bekal masakan nyokap. sedikit keganggu juga ama botol-botol 'jamu' yang ada di kamar abang gue, tapi gue mencoba tenang, kalem, dan ga ikut-ikutan mabok (#lho?)
besoknya, setelah hampir prustasi muter-muter kota malang, tibalah gue di sman3malang. tempat perhelatan akbar itu dilakukan. hell yeah. gue dan 163 peserta yang lain ngerjain soal try out usm stis. dan hasilnya ga buruk, gue peringkat 6 jatim. dengan nilai matematika adalah 7, yup, dari 60 soal, bener 7 salah 14 sisanya kosong, BEGO BANGET SIH BOOORRR. gue emang payah di matematik. tapi soalnya emang susah-susah abis. sempat ada beberapa yang stress trus gundulin rambutnya ditempat. ini saking susahnya soal. sebagai bukti, kemarennya gue ngerjain soal di buku matematik si Nayla yang masih PAUD dan bener semua lho. hohohoooo.... #iBor Goblok. skill bahasa inggris ama pengetahuan umum gue adalah anugerah yang patut gue syukurin untuk saat ini.
(buat temen-temen yang mau donlot hasil try out nasional ataupun regional beserta pembahasan bisa langsung klik)
satu hal baik yang gue baru tahu, di Malang makannya asik banget. waktu itu gue diajak abang gue ke sebuah gerobak pinggir jalan yang jual nasi kuning. gue minta lauknya ayam krispy ala lalapan. plus es teh. udah siap-siap naruh KTP buat jaminan, eh si mas tukang nasi kuning bilang "RP. 6000 dek".... what a pleasure for me. edan, gue kira, malang udah bener-bener metropol dengan porsi sekali makan bisa belasan ribu, ternyata ada juga yang bisa cuma 6000. itupun gue udah kenyang banget. good stuff, mas mas tukang nasi kuning, teruslah hidup untuk menyejahterakan umat mahasiswa.... yeah.
on my way back home, gue ga terlalu mikirin hasil try out entar bakalan kayak gimana. bodo amat, matematik gue ancur. gue lebih relax dan santai. puji hape gue punya Tapir yang bisa nemenin gue meski cuman lewat sms. love you pir. :*
di SPBU klakah gue dijemput abang kandung gue. beberapa meter ke arah pulang ada keramaian yang menegangkan
"wonten nopo pak lek?" (terjemahan : saya ganteng pak lek?) tanya gue heran
"iki ono rampok sepeda, wonge dipateni" (terjemahan : muke lu kayak rampok sepeda, mati aja loe) jawab paklek kumis tipis mantap.
#oke, untuk menyudahi kebiadab'an bahasa ini, gue akan meng-indonesiasi-kan semuanya.
gue : loh, kapan pak? dimana?
pak lek : baru saja dek, di jalan menuju randuagung sana
gue : #glekk
abang gue : #kyaa kyaa
yakk. tepat beberapa menit setelah abang gue sendirian lewat, di jalan itu terjadi perampokan. how romantic.
#KYAAA KYAAA KYAAAAAAA
this next story, it is a bit touchy
4 maret kemaren gue abis dari Malang. buat yang ga tau Malang, gue terangkan gue engga sedang kena kutuk sehingga ketiban sial, Malang disini bukan semacam Nasib. meskipun akhir-akhir ini gue sering banget digebukin si Tapir. Malang disini adalah pencuri rumah. eh, itu Maling, ding. oke, Malang adalah Kabupaten yang terkenal dengan Kota Apel. Malang juga dikenal sebagai tempat dimana kakak sepupu gue ngabisin duit bokapnya dengan kedok kuliah. wajah ganteng emang bisa bikin budget pacaran abang gue ini ga terkontrol. dan Malang adalah tempat diadainnya Try Out Nasional USM STIS untuk regional Jatim (Jago Timpuk).
dan ya, gue mutusin ikut, tanpa satu ekor manusiapun dari smada yang ikut. alasan utamanya, tanggal 5 UAS. dan mereka ketakutan. seolah "UAS" adalah mantra yang bisa mengutuk mereka menjadi kalajengking kepala tengu. saat itu mungkin mereka belum sadar, kalo UAS brarti...... gotong royong, muehehehee.
praktislah perjalanan gue kali ini menjadi perjalanan pertama gue naik bis sendirian. semacam jadi sasaran empuk buat om-om maho gentayangan. itupun kalo ada yang mau sama gue. hueheheehee
semua bekal udah siap : uang, minuman, dan pantat (yang bugar), 4 hours travel should be much stifling. pantat gue pasti six-pack. luckily, gue punya 'Tapir' di hape. mesi banyak ditinggal ngilernya. hell yeah.
on the way there, beruntunglah gue ga beneran ada om-om maho gentayangan, tapi ada sesuatu yang lebih touchy..
............................................................................................................................................................
semua berjalan oke-oke aja (dalam hal ini 'oke' bisa dibaca 'bosan yang tanpa gangguan') sampai satu dari sekian banyak pengamen yang udah naek bis gue adalah seorang bapak-bapak, tua, tak terawat sama sekali. kulit wajahnya hitam dan mengkriput, kira-kira 57 tahunan lah. ujung rambut sampai ujung sendal jepitnya klimis-klimis berantakan, lusuh, dan berdebu. memakai jaket army hijau gelap yang tebal, celana rombeng banyak bolongnya (gue bersyukur bolongnya ga di selangkangan). dengan gitar nilonnya, ia mangap, giginya jarang, ia bernyanyi dengan suara yang tidak biasa. suaranya melengking, lirih, ga enak. dari suara melengking, lirih dan ga enaknya itu terdengar seolah ia telah membawa kenestapaan hidup yang luar biasa. hidupnya seolah telah penuh sesak dengan beban-beban berat bejibun. hingga pada akhirnya, dengan lagunya yang tak terdengar jelas, ia tampak begitu menyedihkan buat gue.
selesai nyanyi, dia ngeluarin kantong bekas permen FOX dan mulai menengadahkannya ke penumpang-penumpang dari kursi paling depan ke belakang. lebih bikin miris lagi, setiap ia menengadahkan kantungnya si bapak, dengan suaranya yang serak-serak tsunami, berkata "sedekahnya paak / buu" lalu diikuti "terima kasiih paak / buu" diberi, ataupun tidak.
saat itu, yang terlintas dikepala gue adalah : dimana keluarganya?. bapak-bapak ini udah ga seharusnya ngamen, dia ga punya bakat dan wajahnya udah lusuh letih. kemana sanak saudaranya? tidak adakah yang mau menampungnya? terlebih, kemana anaknya? keluarganya? kenapa ia ditelantarkan?
dalam situasi yang touchy seperti ini gue jadi banyak berpikir tentang banyak hal. you know, dalam hidup kita diberi banyak pilihan.pilihan untuk mendapatkan atau melakukan sesuatu diatas sesuatu yang lainnya. satu diambil, satu akan ditinggalkan, dan begitulah alamiahnya. kita memilih, melakukan dan menetukan semua hal dalam hidup ini berdasar petimbangan pribadi akan kebutuhan kita. and yes, kita juga yang menerima konsekuensi atas pilihan kita. this is what called as "opportunity cost".
kadang gue berpikir bahwa Tuhan memang tidak membuatkan kita satu takdir, tapi menyediakan rancangan-rancangan takdir yang bisa kita pilih. contoh gampang kalo kita milih makan di warung A berarti kita udah menolak takdir untuk berjalan, berinteraksi, dan makan di warung B. dan keputusan untuk memilih warung A itu sendiri hanya karna kita kepengen aja makan disitu. gak ada kendala lain yang memperngaruhi kita. we do it by our will.
sedikit agak komplek, seperti jika kita memilih untuk menjadi seorang pengamen di bis-bis, berarti kita udah membuang takdir kita menjadi seorang pedagang. membuang segala kemungkinan berkehidupan lebih layak dan lebih baik. dan keputusan itu kita pilih karena faktor dalam diri kita sendiri : hobi, cuma pengen, ato bahkan males ajah.
lebih kompleks lagi, di masa-masa muda / masa-masa penentuan kehidupan masa tua, jika kita memimiih takdir untuk hidup lebih santai-santai, facebookan, skateboarding, hang out sana sini, maka kita udah membuang takdir untuk membaca buku, melakukan penelitian, berinovasi dan menjadi seorang yang lebih pandai dari sekarang biar jadi seorang ilmuwan, orang kaya, atau orang sukses lainnya. dan pemilihan itu paling sering memang datang dari kemauan kita sendiri. yang berarti, Tuhan sudah menghilangkan semua hal yang 'mengharuskan kita memilih', sehingga pemilihan mutlak berada di tangan kita. bingung?? sama. begini kalau gue beri gambaran kompleksnya :
plot : anak-anak --> remaja --> pemuda --> dewasa --> mati
nah, dalam hidup kita, sadar atu tidak kita bisa memilih antara skenario hidup a ;
skenario a :
maen bola, tidur, bolos --> nyantai, facebook, smsan, pacaran ---> foya-foya, do what i wanna do, cepet-cepet nikah ---> less skill, hidup susah, kerja susah, emosinal, kriminal --> mati tanpa kesan
atau skenario hidup b ;
skenario b :
rajin baca, pramuka, ngaji --> giat belajar, lomba-lomba, berprestasi, --> exploring the world, berbakti, inovasi, gak nikah sebelum sukses, banggain ortu, ibadah ibadah ibadah --> hidup layak, bahagia, kaya raya, baksos --> dikenang sebagai orang sukses dari dinasti keluarga sendiri.
atau skenario-skenario lain yang bisa kita kita pilih. karena seringkali (contoh) kita lebih memilih facebookan ketika tersedia waktu buat ngerjain PeeR, kita milih tidur ketika ada waktu buat olahraga, atau kita lebih milih belanja ketika ada kesempatan untuk menabung. we often spend our time to do what we wanna do rather than what we shall to do. hingga pada akhirnya banyak orang mengeluhkan kenapa Tuhan memberi mereka hidup yang berat, dengan tidak menyadari bahwa sebenarnya Tuhan telah menyediakan jalan lain yang lebih menyenangkan. tapi mereka menolak.
guru gue, Mr. Sutrisno, pernah bilang ke gue "anggaplah Allah memberi kita 1000 point kesempatan, 500 point kegagalan dan 500 point kesuksesan, maka selagi kamu muda dan bertenaga habiskanlah 500point kegagalanmu dulu sehingga di kehidupanmu kelak di setiap usaha yang kamu lakukan tidak akan ada kesempatan lain kecuali kesuksesan". yang dalam ringkasannya bakalan jadi "berakit-rakit kehulu, berenang di empangan".
kita semua punya masa muda untuk belajar, untuk berlatih, dan untuk mempersiapkan masa yang akan datang hingga ajal menjelang. percayalah bahwa Tuhan tidak pernah tidak menyayangi umatnya. Tidak ada Tuhan yang menakdirkan umatnya untuk selalu sengsara, we can stiil choose our own schenario of life.
dan waktu gue di bis ini, gue jadi mikir, skenario seperti apakah yang udah bapak pengamen ini jalani hingga hidupnya tampak begitu menyedihkan seperti ini?
orang bisa aja ngebantah argument dengan bilang "hidup itu ga semudah kita mengucapkannya", buat gue ini ga bisa jadi alasan, karena cuma bakal jadi penghambat. just like albert einstein said "jika fakta tidak sesuai dengan teori, maka ubahlah faktanya". tidak ada tempat bagi orang sukses untuk beralas-alasan. alasan yang tersadari, maupun yang tidak.
ga sedikit gue temuin banyak orang yang kekeuh megang prinsip justru salah mengartikan prinsipnya. satu yang paling sering adalah, "be yourself". wew, sekilas, kalimat ini mengandung kekuatan besar yang dapat mengantar seseorang menuju kepribadian yang tak tergoyahkan. emang. tapi kalo kalimat ini dipake orang yang udah mulai prustasi ama keadaan, bakalan jadi merepotkan. katakanlah seorang bule america datang ke kraton jogja. kalo si bule gambreng make prinsip "be yourself" dan kemana-mana cuma make beha doang, ya bakal diusir lah. syukur-syukur kalo ga disate ama si sultan. so, prinsip ini menurut gue perlu diganti. orang sih boleh-boleh aja jadi apa yang mereka pengen, tapi kita juga peru liat kondisi dan tuntutan di sekitar. kita mampu melihat, kita bisa mendengar, kita perlu bertindak. jadilah seperti apa yang orang lain minta kepada kita, dengan cara kita sendiri. so, "be your growing self".
contoh lain dari dalam negeri, orang-orang jawa sering make kalimat "urip kudhu disyukuri, ngene ae cukup" di dalam rumah yang udah hampir rubuh. oke, kalimat ini emang harusnya dipake buat mensyukuri nikmat Tuhan, tapi ga harus tetep begitu-begitu aja dong? harus ada passion untuk berubah sehingga nikmatnya lebih nambah dan kita jadi lebih bersyukur.
well, uang emang bukan kunci kebahagiaan, tapi pasti sangat membantu. setuju?
balik ngeliatin si bapak, gue jadi berpikir seperti apa hidup gue kelak. sejahtera, abiasa saja atau berujung seperti bapak ini? who knows. semua yang bakal gue adepin waktu tua ntar tergantung gimana gue ngadepin masa-masa sekarang.
gue juga percaya banget ama konsep 'kehidupan berputar kayak roda'. yang susah sekarang bakal hidup seneng suatu saat, entah bagaimana caranya itu. Tuhan udah punya skenarionya. gue pun mulai sering ngebayangin kehidupan gue di masa depan, penuh glamour. merancang dan mengawang skenario-skenario kehidupan gue yang fenomenal. gue pengen kaya raya, itu yang pertama. lalu dengan kekayaan gue, gue bikin hidup gue berguna buat orang lain. gue pengen berangkatin haji ortu gue, bikin tempat usaha yang gedhe, punya banyak karyawan, punya campground biar bisa maen-maen ama temen n keluarga, dan banyak-banyakin bhakti sosial. gue ga mau hidup gue berlalu biasa-biasa aja, kayak kebanyakan orang ngabisin hidupnya, seperti angin lalu ; datang, singgah, pergi, dan ga ada orang yang ingat kapan terakhir kali gue jalan bareng lereka. terlebih kayak angin kentut yang berlalu, kedatangannya cuma bikin kesell.
gue pengen dikenang. gue pengen pas pemakaman gue entar banyak yang ngelayat dan doain gue. bahkan setelah puluhan tahun gue meninggal orang-orang tetep mengenal gue sebagai sosok yang baik dan apa adanya, sehingga orang-orang yang pernah kenal gue mau berpesan kepada anak mereka "tiru, jadilah seperti Robi zam-zam". yah, setidaknya gue bisa tetep hidup lewat semangat gue.
gue selau pengen hidup gue lebih berarti dari orang lain. dengan konsekuensi, gue ga boleh nyante-nyante aja dimasa sekarang, gue musti berusaha yang lebih dari orang lain.and i will take it.
.............................................................................................................................................................
setelah menaruh beberapa receh di kantung si bapak (gue jarang ngasih uang ke pengamen, ini karena udah beneran kasihan) gue kembali ke dunia nyata.
gue dijemput diterminal Arjosari. dari lamanya abang gue dateng, sampe-sampe sebungkus Nissin crispy cracker nyaris habis, gue sempet berburuk sangka bahwa selain abang gue dimalang ska berfoya-foya juga kerja sambilan jadi babi ngepet. jadi sebelum nyusul gue, abang masih sibuk berubah jadi manusia lagi.
ternyata gue salah (yaeyalah), ternyata kos.an abang gue emang lumayan jauh dari terminal arjosari.thanks banget bang, udah mau repot-repot nyusul gue, jadi ngerasa bersalah udah nyela-nyela loe tanpa ijin.
malem itu gue santai-santai, ngemil Nissin crispy cracker (iye, gue doyan banget), sholat, ama makan bekal masakan nyokap. sedikit keganggu juga ama botol-botol 'jamu' yang ada di kamar abang gue, tapi gue mencoba tenang, kalem, dan ga ikut-ikutan mabok (#lho?)
besoknya, setelah hampir prustasi muter-muter kota malang, tibalah gue di sman3malang. tempat perhelatan akbar itu dilakukan. hell yeah. gue dan 163 peserta yang lain ngerjain soal try out usm stis. dan hasilnya ga buruk, gue peringkat 6 jatim. dengan nilai matematika adalah 7, yup, dari 60 soal, bener 7 salah 14 sisanya kosong, BEGO BANGET SIH BOOORRR. gue emang payah di matematik. tapi soalnya emang susah-susah abis. sempat ada beberapa yang stress trus gundulin rambutnya ditempat. ini saking susahnya soal. sebagai bukti, kemarennya gue ngerjain soal di buku matematik si Nayla yang masih PAUD dan bener semua lho. hohohoooo.... #iBor Goblok. skill bahasa inggris ama pengetahuan umum gue adalah anugerah yang patut gue syukurin untuk saat ini.
(buat temen-temen yang mau donlot hasil try out nasional ataupun regional beserta pembahasan bisa langsung klik)
satu hal baik yang gue baru tahu, di Malang makannya asik banget. waktu itu gue diajak abang gue ke sebuah gerobak pinggir jalan yang jual nasi kuning. gue minta lauknya ayam krispy ala lalapan. plus es teh. udah siap-siap naruh KTP buat jaminan, eh si mas tukang nasi kuning bilang "RP. 6000 dek".... what a pleasure for me. edan, gue kira, malang udah bener-bener metropol dengan porsi sekali makan bisa belasan ribu, ternyata ada juga yang bisa cuma 6000. itupun gue udah kenyang banget. good stuff, mas mas tukang nasi kuning, teruslah hidup untuk menyejahterakan umat mahasiswa.... yeah.
on my way back home, gue ga terlalu mikirin hasil try out entar bakalan kayak gimana. bodo amat, matematik gue ancur. gue lebih relax dan santai. puji hape gue punya Tapir yang bisa nemenin gue meski cuman lewat sms. love you pir. :*
di SPBU klakah gue dijemput abang kandung gue. beberapa meter ke arah pulang ada keramaian yang menegangkan
"wonten nopo pak lek?" (terjemahan : saya ganteng pak lek?) tanya gue heran
"iki ono rampok sepeda, wonge dipateni" (terjemahan : muke lu kayak rampok sepeda, mati aja loe) jawab paklek kumis tipis mantap.
#oke, untuk menyudahi kebiadab'an bahasa ini, gue akan meng-indonesiasi-kan semuanya.
gue : loh, kapan pak? dimana?
pak lek : baru saja dek, di jalan menuju randuagung sana
gue : #glekk
abang gue : #kyaa kyaa
yakk. tepat beberapa menit setelah abang gue sendirian lewat, di jalan itu terjadi perampokan. how romantic.
#KYAAA KYAAA KYAAAAAAA
Rabu, 23 Mei 2012
Pinandhita Golden Memory
as i promised, here one of our topics. by the way, sekolah gue ultah nih... udah ke 35 tahun pas 14 februari 2012 kemaren. wow, good luck smada. hope you can be the best forever.
# lagu unyu pun mengalun.
and this post is about the party. rada bingung mau nyritainnya karena udah lama banget.... banyak scene yang ga keinget.. (scene? makanan apaan tuh?)
before we off, one note to be remembered : gue ga suka konser musik
.........................................................................................................
balik lagi, gue ga suka konser musik. disaat anak-anak gaul sesuia gue doyan banget ama yang namanya konser musik. mulai dari konser musik klasik yang suka ngelempar bunga, sampe konser campursari yang mulai doyan lempar-lemparan sendal (entah kapan di suatu ketika namanya berubah menjadi konser 'musik campursandal'). yang jelas, apapun yang dilempar gue tetep ga suka konser musik.
ga ada alasan khusus kenapa gue ga suka konser musik. ga ada pobia atau traumatik khusus seperti gue bakal lari jerit-jerit sambil lari telanjang kalo ada konser musik, atau seketika jadi raksasa berbadan ijo pake koloran yang warnanya ungu. engga. engga kayak gitu. gue ga suka konser musik karena.... ya karena gue ga suka aja (namanya juga ga ada alasan khusus). sebenernya gue memandang konser musik dari efisiensi dompet yang harus gue perkosa. bayangin, untuk sebuah konser musik harus bayar Rp.25.000. yang kalau dipake makan cilot bareng paca bisa sampe mandul. so, i dont like music concert. pelit? bukan, ini namanya hemat. salah satu metode dalam struggle of very poor life gue. hueheheheee
persepsi gue selama bertahun-tahun, daripada dateng ke konser musik, mending duduk bersila didepan tipi, puterin pisidi (maksud gue vcd) dan menikmatinya bersama teh hangat, biskuat energi susu dan kucing tersayang, yang sekarang kandangnya udah lebih bagus dari kamar gue (mama gue lupa yang mana anaknya sekarang). kegiatan ini sungguh hemat, nyaman, nikmat dan unyu. kucing gue suka banget momen kayak ini. begitupun gue. kami sering melaluinya bersama. kamipun menjadi sepasang kekasih. uooh.....
#maaf atas keunyuan yang baru saja terjadi
jadilah selama berabad-abad itu gue ga pernah nonton konser musik. pernah sih, sekali. itupun campursandal. apa campursari ya? i don't know exactly. dan gue ga suka. kenapa? karena di usia gue yang masih kelas 2 SD waktu itu gue terlihat lebih mirip tomcat ; kecil, menggelikan, sasaran ternikmat untuk jadi pijakan. belom lagi sandal-sandal yang tidak tahu tatakrama itu. amat.sangat.membahayakan.jiwa.dan.raga
tapi berhubung kera telah berevolusi dan kutub es telah mencair, maka guepun akhirnya memutuskan untuk mau nonton konser musik (iye, sambungannya jauh banget)
........................................................................................................
konser musik pertama gue adalah ketika smada ultah yang ke 33. temanya history behind story (terjemahan : sejarah ketek basah). waktu itu, gue masih kelas X. waktu itu, gue pertama kali nonton konser musik. dan waktu itu, gue cupu banget. gue bingung mau ngapain di konser beginian. mau ikut2an joged, takut. kesenggol dikit aja gue bisa terbang. mau diem dipojokan, entar kesurupan. mau mondar-mandir, entar dikira maling kolor..... kata beberapa orang ada potensi di tampang. sambel.
kebingungan gue ga kalah hebat ama kebingungan ashabul kahfi ketika mau membeli sayur dan ternyata "oh, uangku sudah tidak laku... apa yang harus aku lakukan? APA YANG HARUS AKU LAKUKAN YA ALLAH". bedanya, gue mungkin lebih cocok disebut ashabul tapir.
jadi gue lugu dan kecil. banget. saking kecilnya gue, waktu itu gue takut gue malah dijadiin pengganti sendal buat dilempar-lemparin. atau malah dikira tomcat terus dibasmi, diinjek-injek sampe mampus..... guepun bertekad untuk tidak mengakhiri konser dengan cupu, tentunya dengan cara yang aman dan menyehatkan : senam pramuka pake helm.
gue milih joget di barisan tengah agak kebelakang. yang gue tahu, daerah itu agak sepi. ga ada barisan pencabut nyawa kayak penjoget gila yang ada didepan, atau pencabut kejantanan kayak bencong2 gila yang ada di belakang. yang gue ga tahu, semua tempat di konser musik adalah ibarat tabung reaksi berisi amonia berlebih. bedanya, INI KERINGET MANUSIA. ohh gat. jadilah selama konser, gue lompat-lompat . bukan bergaya gue sok asik, tapi gue lompat-lompat sambil nutup idung, mangap megap-megap mencoba menyelamatkahn kehidupan. sampai akhirnya gue sendiri keringetan dan keringet gue mengalahkan bau mereka semua.... hahahhahaaa... terpujilah gue.
........................................................................................................
konser kedua, masih di ultah smada. sekarang yang ke 34, temanya Tinta Baru di Buku Tua. honestly, pengartian tema ini sangat abstrak : mengawali kisah yang ditutup tahun kemaren. hell yeah, untunglah tema ini dibuat oleh kaum intelektual pencetus kemerdekaan. bayangin kalo yang bikin tema anak-anak alay masa kini, temanya bisa jadi Cinta Baru ABG Tua : mengawali romantisme yang mau tutup usia. gak keren aja gitu lho. kalo ini beneran terjadi, gue bakalan out dari smada. (karena ga beneran terjadi, makanya songong, heheheheee).
konser malam hari, di stadion, guest star : j-rock. di konser kedua ini gue udah beberapa tingkat lebih gaul. lebih gedhe. dan lebih ga mungkin dijadiin pengganti sendal buat dilempar atau dikiran tomcat buat dianiaya. gue sekarang lebih pedhe. dan yang lebih penting, gue lebih 'pink', waktu itu. hell yeah, gue punya pacar. sekarang udah ex. gue ama gebetan awal-awalnya cuma nonton konser berdua dengan berpindah-pindah tempat. mulai dari tendanya mie sedap (mau kudeta mbak-mbak sales), tenda PMI, sampe tribun. sampai akhirnya gue ga tahan melihat keramaian yang terjadi, hasrat liar manusia goa pun keluar. setelah mendapat nomor penitipan barang atas pacar yang gue geletakkan (ini pacar apa tas belanja ya?) di tenda PMI waktu itu, gue pun bringas.
dan diwaktu itu, tanpa kuduga tanpa kunyana, gue ketemu mojo. yap, gue ketemu mojo. temen gue yang bertipe otak einstein body ikan asin ini ternyata bisa juga jadi liar, brutal, dan binal. lho, kok binal? ya pokoknya gitu deh. kamipun bringas dan lupa diri. senggol kanan-kiri-depan-belakang memutar mengikuti arah mata angin. jadilah gue dan mojo beraksi memberantas keperawanan kota lumajang tercinta.
think to happened, hujan turun ga pake permisi, orang-orang naek ke tribun. desak-desakan, colek-colekan, senggol-senggolan. #kayak lirik dangdut ya? ya ampunn. dan dalam kondisi situasi berdesakan, gue sempet menggagalkan aksi copet mencopet yang nyaris aja waktu itu. jadi ceritanya gue ngerasa ada tangan yang nyendel-nyendel bokong gue. sejujurnya, itu saku celana gue. merasa kejantanan gue terancam, segera gue balik badan dan bener : ada mas-mas berkumis tipis pake topi, buang muka dari tatapan gue. ya ampunn, untung dia cakep. (#lhoh?)
inside the crowd, temen gue nangis barangya ilang, dan gue nyengir. bukan, bukan karena gue pencopetnya, gue nyengir karena barang gue aman dan sentosa.
well, satu lagi image buruk tentang konser musik. cupet. pencuri kepet.
........................................................................................................
di konser musik ketiga yang gue ikutin, gue jadi MC (bukan Mas-mas Cantik). niatan jadi mc lebih kepada pembuktian diri, karena selama ini gue lebih sering eksis di pramuka, sekarang gue pengen buktiin ke diri gue sendiri kalo gue juga bisa eksis di smada. lastly, for the proof. dan nge-mc kali ini gue ditemenin ama ellan, rara, esther, elli, alfi dan rizna
yang menjadi brand di grand opening, bukan gue. hahahaa kasian lu Bor. yang menjadi brandnya adalah Elan dan Rara. oke, sekilas overview, mereka keren ;
Rara : bulet, kecil, bajunya merah-merah (bukan, bukan upil dicat kuku).dari hasil observasu gue, diduga kuat rara berangkat dari rumahnya mengendarai anak ayam. terlihat dari rambutnya yang mirip perindukan ayam. over the performance. she went so nice, smart, prodiction, and crunchy voice. mirip pembawa acara terkenal asti ananta dengan kelebihan berat badan.
Elan : susah nyebutinnya, tapi kita selaku ummat beragama yang cinta negara Indonesia gue harus berpendapat secara jujur toh..? dia itu seperti.... mirip.... patung asmat. you know, ga perlu gue perjelas. performancely confidence, but word tailer.
Gue sendiri perform ala-ala koboy dikencingin kudanya. black jeans with black-white squared dress and black-vested, ketambahan topi putih, ama kacamata minjem. ke-pede-an gue meningkat. gue meyakini diri gue sebagai Bruno mars, tapi Mojo lebih meyakini gue mirip Mas Mburno, duda sesepuh penjaga alas burno. nasibb..... T_T
in the concert, ada banyak yang ditampilin kali ini. penampil terbagi kedalam kategori band dan non-band. kita sebut saja bandnya ada Mabuk Janda Band, Kerucut Band, Mens Sana In Corpore Sano Band, February Journey Band, Jazzick Band, Tepar Band, Afterclass Band, dan Klam Band. see how did they give their band a name. gue memprediksi tahun depan namanya bakal ada limas segiempat band, stoikiometri band, ato Remidi Band. dasar pelajar-pelajar pinter.
lalu untuk non-bandnya ada Teater Anak Angin, Teater Ramayana, Sambutan Kepala Sekolah (ini mah bukan penampilan kali ya?), Jinggle Smada (XII IPA 7), Provessor Kontemporer Dance, Perkusi Waroeng STMJ, Jabbawockeez Energic Dance.
and so all the performances went so well. banyak respon positif dari temen2 yang nonton. yang membanggakan, master of the stage kali ini persi adek2 yang gue tanyain adalah RARA dan iBOR : "smart language". waaahhhh, jadi berasa keren. :
*benerin jambul*
for the guest kali ini panitia ngundang bintang tamu band indie asal jember yang terkenal dengan lagunya Sorry-Sorry Chupke-Chupke. oh, bukan, itu chory-chory chupke-chupke. yang bener lagunya Sorry-sorry dari NTR.
NTR bawain beberapa lagu, gue lupa apa aja yang dinyanyiin, pokoknya ada Sorry-Sorrynya deh. semua berjalan apik dan mengesankan sebelum muncul kalimat terkeren malam itu : "Vokalisnya kok jelek..?". gue jadi berasa senasib ama tuh pokalis.
penonton lebih mood ngelirik gitaris Arbill. dia emang cakep (ya, gue bilang 'dia cakep', mohon jangan salah arti) dan ga salah kalo dia kemana-mana bawa keset di dagu. well, complain yang cukup sulit untuk ditangani, panitia harus tanggung jawab untuk hal ini. lain kali diperbaiki wajahnya ya mas pokalis.... hihihiii
satu hal yang bikin indah, malam itu gue ditemenin. ya, gue ditemenin Tapir. engga, konsernya emang ga dikebun binatang. tapi ini 'Tapir' yang mau-maunya nemenin gue kemana-mana. gue dibelakang panggung dia nemenin smsan, gue diatas panggung dia nemenin ngasi semangat, gue didepan panggung dia nemenin lompat-lompat. sempet gue kepikiran buat naek ke atas panggung jangan-jangan dia bakal nemenin megang lampu. who knows? this Tapir is mostly unpredictable.
one night with NTR went so nice when he sang Just The Way You Are by Mas Mburno, feel so great that i was beside her, and whispered her, following the song that sung, leaving some unforgettable moments. and we did smile each others, with her eyes shined ^^..... uoh, bikin nge-fly
the session ended dengan sebuah lagu baru NTR yang, secara jelas, ga ada yang ikutan nyanyi. boro-boro yang baru, yang lama aja kelupaan bang. penutupan jadi rada-rada hambar gitu deh....
dan setelah semua keringat konser gue tumpahkan, gue pergi ama Tapir. honestly, agak-agak gak tega bonceng dia, tapi nampaknya dia sudah terbiasa praktikum dengan amonia.
so we had a nice dinner. actually, not so nice dinner. wrong menu in the great moment. jadi ceritanya kami didera lapar yang kurang ajar. hal yang wajar terjadi sdtelah melakukan aktifitas 'gulat'. jadilah kami berkelana digelap malam. menembus hutan-hutan. melewati kuburan. kami sepasang spongebob dan patrick di episode kerang ajaib. (#hae??) niatnya, gue pengen ngajak dia makan nasgor pattaya paporit gue. tapi sayang seribu rupiah, di tempat yang sudah ditentukan, pas di warung pattaya paporit, tepat disaat gue udah mangap buat bilang "Bu, pattaya dua", saat itulah gue melihat salah satu guru smada bersama keluarga juga sedang makan disana. oh my gosht.. dan beliau termasuk salah satu dari sekdikit yang hapal nama, nomer absen, bentuk wajah, ama jumlah jerawat gue. intinya bapak ini akrab banget ama gue. oh my gohst.. ga mau nama gue berpindah dari daptar absen ke daptar wajib sindir, gue milih ambil aba-aba balik kanan, cari tempat lain, jalan !!.
ganti tujuan, gue pengen lalapan di tempat yang juga paporit gue, namun dasar, untung tidak dapat diraih malang kota apel, disana ada dua sosok, kakak-kakak gentayangan. yang satunya om-om ding. keduanya berjanggut. lagi mesra-mesraan makan berdua aja. dan bagi gue, mereka ga kalah berbahayanya. maka mending balik kanan lagi deh.
well well. nasib. rasa lapar berakhir dengan dijejalkannya dua porsi nasi goreng yang gue baru aja kienal dan coba makan disitu dan...... yah, agak lumayan lah. lumayan sepet di lidah. warungnya tepat ada di tengah LSS. buat kamu yang lagi kalap tengah malem2 cari makan di LSS, this place is perfectly not recommended to be visited. #hoaaaa, masih berasa gondoknya
semakin malam, dan gue pun semakin ga tahan ama Tapir. bukan ga tahan mau ngapa-ngapain, tapi ga tahan karena si tapir udah maen diteleponin ma keluargnya (iya, tapir punya handphone. dan iya, tapir punya keluarga. udah ga usah heran). yawes.. gue anter dia pulang. long road i feel comfort. her smile and 'thanks' made me my night so waffy. over all, nice night. it should gonna be a good memory. my own golden memory.
pesan moral : kalau mau makan enak bareng pacar, pastikan nama-nama orang terdekat anda sudah ditangkap polisi.
ngemeng-ngemeng, ini ada beberapa pict buat nyepet-nyeptin mata.... tolong untuk bagian wajah gue, tidak disarankan untuk -18tahun, kemaren udah ada yang muntah. CEKIDOT.
eniwei, cukup sampai disini blog gue bercerita tentang pinandhita golden memory. cepet-cepet kabur sebelum orang-orang yang kesebut namanya kalap kesurupan dan bakar blog gue... all for laugh guys :D
thanks for all supports folk. meet me at next story.
pantun : jika ada sumur diladang, boleh kita menumpang mandi. bebas komentar, tolong difollow. (iye, pantunnya ancur abis)
salam chibii.....
:D
# lagu unyu pun mengalun.
and this post is about the party. rada bingung mau nyritainnya karena udah lama banget.... banyak scene yang ga keinget.. (scene? makanan apaan tuh?)
before we off, one note to be remembered : gue ga suka konser musik
.........................................................................................................
balik lagi, gue ga suka konser musik. disaat anak-anak gaul sesuia gue doyan banget ama yang namanya konser musik. mulai dari konser musik klasik yang suka ngelempar bunga, sampe konser campursari yang mulai doyan lempar-lemparan sendal (entah kapan di suatu ketika namanya berubah menjadi konser 'musik campursandal'). yang jelas, apapun yang dilempar gue tetep ga suka konser musik.
ga ada alasan khusus kenapa gue ga suka konser musik. ga ada pobia atau traumatik khusus seperti gue bakal lari jerit-jerit sambil lari telanjang kalo ada konser musik, atau seketika jadi raksasa berbadan ijo pake koloran yang warnanya ungu. engga. engga kayak gitu. gue ga suka konser musik karena.... ya karena gue ga suka aja (namanya juga ga ada alasan khusus). sebenernya gue memandang konser musik dari efisiensi dompet yang harus gue perkosa. bayangin, untuk sebuah konser musik harus bayar Rp.25.000. yang kalau dipake makan cilot bareng paca bisa sampe mandul. so, i dont like music concert. pelit? bukan, ini namanya hemat. salah satu metode dalam struggle of very poor life gue. hueheheheee
persepsi gue selama bertahun-tahun, daripada dateng ke konser musik, mending duduk bersila didepan tipi, puterin pisidi (maksud gue vcd) dan menikmatinya bersama teh hangat, biskuat energi susu dan kucing tersayang, yang sekarang kandangnya udah lebih bagus dari kamar gue (mama gue lupa yang mana anaknya sekarang). kegiatan ini sungguh hemat, nyaman, nikmat dan unyu. kucing gue suka banget momen kayak ini. begitupun gue. kami sering melaluinya bersama. kamipun menjadi sepasang kekasih. uooh.....
#maaf atas keunyuan yang baru saja terjadi
jadilah selama berabad-abad itu gue ga pernah nonton konser musik. pernah sih, sekali. itupun campursandal. apa campursari ya? i don't know exactly. dan gue ga suka. kenapa? karena di usia gue yang masih kelas 2 SD waktu itu gue terlihat lebih mirip tomcat ; kecil, menggelikan, sasaran ternikmat untuk jadi pijakan. belom lagi sandal-sandal yang tidak tahu tatakrama itu. amat.sangat.membahayakan.jiwa.dan.raga
tapi berhubung kera telah berevolusi dan kutub es telah mencair, maka guepun akhirnya memutuskan untuk mau nonton konser musik (iye, sambungannya jauh banget)
........................................................................................................
konser musik pertama gue adalah ketika smada ultah yang ke 33. temanya history behind story (terjemahan : sejarah ketek basah). waktu itu, gue masih kelas X. waktu itu, gue pertama kali nonton konser musik. dan waktu itu, gue cupu banget. gue bingung mau ngapain di konser beginian. mau ikut2an joged, takut. kesenggol dikit aja gue bisa terbang. mau diem dipojokan, entar kesurupan. mau mondar-mandir, entar dikira maling kolor..... kata beberapa orang ada potensi di tampang. sambel.
kebingungan gue ga kalah hebat ama kebingungan ashabul kahfi ketika mau membeli sayur dan ternyata "oh, uangku sudah tidak laku... apa yang harus aku lakukan? APA YANG HARUS AKU LAKUKAN YA ALLAH". bedanya, gue mungkin lebih cocok disebut ashabul tapir.
jadi gue lugu dan kecil. banget. saking kecilnya gue, waktu itu gue takut gue malah dijadiin pengganti sendal buat dilempar-lemparin. atau malah dikira tomcat terus dibasmi, diinjek-injek sampe mampus..... guepun bertekad untuk tidak mengakhiri konser dengan cupu, tentunya dengan cara yang aman dan menyehatkan : senam pramuka pake helm.
gue milih joget di barisan tengah agak kebelakang. yang gue tahu, daerah itu agak sepi. ga ada barisan pencabut nyawa kayak penjoget gila yang ada didepan, atau pencabut kejantanan kayak bencong2 gila yang ada di belakang. yang gue ga tahu, semua tempat di konser musik adalah ibarat tabung reaksi berisi amonia berlebih. bedanya, INI KERINGET MANUSIA. ohh gat. jadilah selama konser, gue lompat-lompat . bukan bergaya gue sok asik, tapi gue lompat-lompat sambil nutup idung, mangap megap-megap mencoba menyelamatkahn kehidupan. sampai akhirnya gue sendiri keringetan dan keringet gue mengalahkan bau mereka semua.... hahahhahaaa... terpujilah gue.
........................................................................................................
konser kedua, masih di ultah smada. sekarang yang ke 34, temanya Tinta Baru di Buku Tua. honestly, pengartian tema ini sangat abstrak : mengawali kisah yang ditutup tahun kemaren. hell yeah, untunglah tema ini dibuat oleh kaum intelektual pencetus kemerdekaan. bayangin kalo yang bikin tema anak-anak alay masa kini, temanya bisa jadi Cinta Baru ABG Tua : mengawali romantisme yang mau tutup usia. gak keren aja gitu lho. kalo ini beneran terjadi, gue bakalan out dari smada. (karena ga beneran terjadi, makanya songong, heheheheee).
konser malam hari, di stadion, guest star : j-rock. di konser kedua ini gue udah beberapa tingkat lebih gaul. lebih gedhe. dan lebih ga mungkin dijadiin pengganti sendal buat dilempar atau dikiran tomcat buat dianiaya. gue sekarang lebih pedhe. dan yang lebih penting, gue lebih 'pink', waktu itu. hell yeah, gue punya pacar. sekarang udah ex. gue ama gebetan awal-awalnya cuma nonton konser berdua dengan berpindah-pindah tempat. mulai dari tendanya mie sedap (mau kudeta mbak-mbak sales), tenda PMI, sampe tribun. sampai akhirnya gue ga tahan melihat keramaian yang terjadi, hasrat liar manusia goa pun keluar. setelah mendapat nomor penitipan barang atas pacar yang gue geletakkan (ini pacar apa tas belanja ya?) di tenda PMI waktu itu, gue pun bringas.
dan diwaktu itu, tanpa kuduga tanpa kunyana, gue ketemu mojo. yap, gue ketemu mojo. temen gue yang bertipe otak einstein body ikan asin ini ternyata bisa juga jadi liar, brutal, dan binal. lho, kok binal? ya pokoknya gitu deh. kamipun bringas dan lupa diri. senggol kanan-kiri-depan-belakang memutar mengikuti arah mata angin. jadilah gue dan mojo beraksi memberantas keperawanan kota lumajang tercinta.
think to happened, hujan turun ga pake permisi, orang-orang naek ke tribun. desak-desakan, colek-colekan, senggol-senggolan. #kayak lirik dangdut ya? ya ampunn. dan dalam kondisi situasi berdesakan, gue sempet menggagalkan aksi copet mencopet yang nyaris aja waktu itu. jadi ceritanya gue ngerasa ada tangan yang nyendel-nyendel bokong gue. sejujurnya, itu saku celana gue. merasa kejantanan gue terancam, segera gue balik badan dan bener : ada mas-mas berkumis tipis pake topi, buang muka dari tatapan gue. ya ampunn, untung dia cakep. (#lhoh?)
inside the crowd, temen gue nangis barangya ilang, dan gue nyengir. bukan, bukan karena gue pencopetnya, gue nyengir karena barang gue aman dan sentosa.
well, satu lagi image buruk tentang konser musik. cupet. pencuri kepet.
........................................................................................................
di konser musik ketiga yang gue ikutin, gue jadi MC (bukan Mas-mas Cantik). niatan jadi mc lebih kepada pembuktian diri, karena selama ini gue lebih sering eksis di pramuka, sekarang gue pengen buktiin ke diri gue sendiri kalo gue juga bisa eksis di smada. lastly, for the proof. dan nge-mc kali ini gue ditemenin ama ellan, rara, esther, elli, alfi dan rizna
yang menjadi brand di grand opening, bukan gue. hahahaa kasian lu Bor. yang menjadi brandnya adalah Elan dan Rara. oke, sekilas overview, mereka keren ;
Rara : bulet, kecil, bajunya merah-merah (bukan, bukan upil dicat kuku).dari hasil observasu gue, diduga kuat rara berangkat dari rumahnya mengendarai anak ayam. terlihat dari rambutnya yang mirip perindukan ayam. over the performance. she went so nice, smart, prodiction, and crunchy voice. mirip pembawa acara terkenal asti ananta dengan kelebihan berat badan.
![]() |
| Rara, dan segerombolan anak ayam di dalam rambutnya |
Elan : susah nyebutinnya, tapi kita selaku ummat beragama yang cinta negara Indonesia gue harus berpendapat secara jujur toh..? dia itu seperti.... mirip.... patung asmat. you know, ga perlu gue perjelas. performancely confidence, but word tailer.
![]() |
| Elan, sedang membaca mantra ajaib suku Asmat |
Gue sendiri perform ala-ala koboy dikencingin kudanya. black jeans with black-white squared dress and black-vested, ketambahan topi putih, ama kacamata minjem. ke-pede-an gue meningkat. gue meyakini diri gue sebagai Bruno mars, tapi Mojo lebih meyakini gue mirip Mas Mburno, duda sesepuh penjaga alas burno. nasibb..... T_T
![]() |
| Ini gue, mas Mburno Idaman mpok Nori |
in the concert, ada banyak yang ditampilin kali ini. penampil terbagi kedalam kategori band dan non-band. kita sebut saja bandnya ada Mabuk Janda Band, Kerucut Band, Mens Sana In Corpore Sano Band, February Journey Band, Jazzick Band, Tepar Band, Afterclass Band, dan Klam Band. see how did they give their band a name. gue memprediksi tahun depan namanya bakal ada limas segiempat band, stoikiometri band, ato Remidi Band. dasar pelajar-pelajar pinter.
lalu untuk non-bandnya ada Teater Anak Angin, Teater Ramayana, Sambutan Kepala Sekolah (ini mah bukan penampilan kali ya?), Jinggle Smada (XII IPA 7), Provessor Kontemporer Dance, Perkusi Waroeng STMJ, Jabbawockeez Energic Dance.
and so all the performances went so well. banyak respon positif dari temen2 yang nonton. yang membanggakan, master of the stage kali ini persi adek2 yang gue tanyain adalah RARA dan iBOR : "smart language". waaahhhh, jadi berasa keren. :
*benerin jambul*
for the guest kali ini panitia ngundang bintang tamu band indie asal jember yang terkenal dengan lagunya Sorry-Sorry Chupke-Chupke. oh, bukan, itu chory-chory chupke-chupke. yang bener lagunya Sorry-sorry dari NTR.
NTR bawain beberapa lagu, gue lupa apa aja yang dinyanyiin, pokoknya ada Sorry-Sorrynya deh. semua berjalan apik dan mengesankan sebelum muncul kalimat terkeren malam itu : "Vokalisnya kok jelek..?". gue jadi berasa senasib ama tuh pokalis.
penonton lebih mood ngelirik gitaris Arbill. dia emang cakep (ya, gue bilang 'dia cakep', mohon jangan salah arti) dan ga salah kalo dia kemana-mana bawa keset di dagu. well, complain yang cukup sulit untuk ditangani, panitia harus tanggung jawab untuk hal ini. lain kali diperbaiki wajahnya ya mas pokalis.... hihihiii
satu hal yang bikin indah, malam itu gue ditemenin. ya, gue ditemenin Tapir. engga, konsernya emang ga dikebun binatang. tapi ini 'Tapir' yang mau-maunya nemenin gue kemana-mana. gue dibelakang panggung dia nemenin smsan, gue diatas panggung dia nemenin ngasi semangat, gue didepan panggung dia nemenin lompat-lompat. sempet gue kepikiran buat naek ke atas panggung jangan-jangan dia bakal nemenin megang lampu. who knows? this Tapir is mostly unpredictable.
one night with NTR went so nice when he sang Just The Way You Are by Mas Mburno, feel so great that i was beside her, and whispered her, following the song that sung, leaving some unforgettable moments. and we did smile each others, with her eyes shined ^^..... uoh, bikin nge-fly
the session ended dengan sebuah lagu baru NTR yang, secara jelas, ga ada yang ikutan nyanyi. boro-boro yang baru, yang lama aja kelupaan bang. penutupan jadi rada-rada hambar gitu deh....
dan setelah semua keringat konser gue tumpahkan, gue pergi ama Tapir. honestly, agak-agak gak tega bonceng dia, tapi nampaknya dia sudah terbiasa praktikum dengan amonia.
so we had a nice dinner. actually, not so nice dinner. wrong menu in the great moment. jadi ceritanya kami didera lapar yang kurang ajar. hal yang wajar terjadi sdtelah melakukan aktifitas 'gulat'. jadilah kami berkelana digelap malam. menembus hutan-hutan. melewati kuburan. kami sepasang spongebob dan patrick di episode kerang ajaib. (#hae??) niatnya, gue pengen ngajak dia makan nasgor pattaya paporit gue. tapi sayang seribu rupiah, di tempat yang sudah ditentukan, pas di warung pattaya paporit, tepat disaat gue udah mangap buat bilang "Bu, pattaya dua", saat itulah gue melihat salah satu guru smada bersama keluarga juga sedang makan disana. oh my gosht.. dan beliau termasuk salah satu dari sekdikit yang hapal nama, nomer absen, bentuk wajah, ama jumlah jerawat gue. intinya bapak ini akrab banget ama gue. oh my gohst.. ga mau nama gue berpindah dari daptar absen ke daptar wajib sindir, gue milih ambil aba-aba balik kanan, cari tempat lain, jalan !!.
ganti tujuan, gue pengen lalapan di tempat yang juga paporit gue, namun dasar, untung tidak dapat diraih malang kota apel, disana ada dua sosok, kakak-kakak gentayangan. yang satunya om-om ding. keduanya berjanggut. lagi mesra-mesraan makan berdua aja. dan bagi gue, mereka ga kalah berbahayanya. maka mending balik kanan lagi deh.
well well. nasib. rasa lapar berakhir dengan dijejalkannya dua porsi nasi goreng yang gue baru aja kienal dan coba makan disitu dan...... yah, agak lumayan lah. lumayan sepet di lidah. warungnya tepat ada di tengah LSS. buat kamu yang lagi kalap tengah malem2 cari makan di LSS, this place is perfectly not recommended to be visited. #hoaaaa, masih berasa gondoknya
semakin malam, dan gue pun semakin ga tahan ama Tapir. bukan ga tahan mau ngapa-ngapain, tapi ga tahan karena si tapir udah maen diteleponin ma keluargnya (iya, tapir punya handphone. dan iya, tapir punya keluarga. udah ga usah heran). yawes.. gue anter dia pulang. long road i feel comfort. her smile and 'thanks' made me my night so waffy. over all, nice night. it should gonna be a good memory. my own golden memory.
pesan moral : kalau mau makan enak bareng pacar, pastikan nama-nama orang terdekat anda sudah ditangkap polisi.
ngemeng-ngemeng, ini ada beberapa pict buat nyepet-nyeptin mata.... tolong untuk bagian wajah gue, tidak disarankan untuk -18tahun, kemaren udah ada yang muntah. CEKIDOT.
![]() |
| back of stage, anak-anak |
![]() |
| Arbill, yang patut dilenyapkan sang oleh pokalis, demi keselamatan pamornya |
![]() |
| Ramayana in Action, Tio, Kepala suku dua dunia |
![]() |
| ini neng tyas, lagi remo.... mau nyawer?? |
![]() |
| iya mbak, mangap yang lebar mbak..... |
![]() |
| 3 kepiting liar dan 1 pawang. Esther, kepiting berhasil memutasi warna kulitnya |
![]() |
| duo kalap |
![]() |
| pokalis, andai dia mendengar jeritan hati penonton |
![]() |
| ini temen-temen hoscoker...... lagi off the job ^^ |
![]() |
| teater anak angin, Gatot Cermin |
![]() |
| Dova, pemimpin pasukan kuning, Butuh Santunan |
thanks for all supports folk. meet me at next story.
pantun : jika ada sumur diladang, boleh kita menumpang mandi. bebas komentar, tolong difollow. (iye, pantunnya ancur abis)
salam chibii.....
:D
Senin, 30 April 2012
Berabad-abad Kemudian, What The Hell Happened
WHAT THE HELL.
well, mulai popular akhir-akhir ini. terutama karena yang biasa make adalah gue, cowok terpopuler di kalangan kecoa WC smada. hohooo.
"what the hell" adalah semacam style ngomong sejenis "cape deh" buat para atlit. "Eh, Siapa Loe?" buat ABG labil krisis identitas atau "alhamdulillah yah sesuatu" buat yang suka mirip-miripin dirinya amajempolan aki syahrini.
"what the hell" cenderung dipake oleh abg lugu salah asuhan. jadi, penggunaannya ;
ketika di panggil "woy..!", tinggal noleh perlahan dan jawab "what the hell?". keren abisss...
ketika ditanya "eh loe udah denger berita blum?" pertahankan mata sayu dan loe jawab "what the hell?". cool bangettttt.......
dan ketika loe ditanya "apa judul lagu nasional indonesia" loe sedot rokok, sambil dikebulin loe jawab "what the hell? by lady gaga" update banget kan...??
besoknya dapat dipastikan loe DO dengan sukses. weheheee
well, itu adalah sekelumit silit dari bejibun perkembangan yang terjadi dalam beberapa abad terakhir. yeah, dan gue ga update. what the hell had going on?? banyak banget actually, banyak yang sudah terlewatkan, banyak yang tak terceritakan, oh.... i miss you so robizamzam.blogspot.com. mumumumu.....
*maaf atas keunyuan yang terjadi, kesalahan bukan pada layar komputer anda
back then, gue bisa menyalahkan semua kemurtadan terhadap blog ini terhadap unjian nasional. lho kok bisa? karena tujuh dari sepuluh wanita pake pantene!! oh, bukan. karena unas udah maksa gue buat fokus belajar. setiap hari yang ada hanyalah sain, sain, dan sain. ada sain batik, kadang malah sain kafan. (oh, itu kain ding).
hari-hari gue penuh dengan belajar sain. ngitungin berat, nyari volume aer, sampai yang paling absurd buat gue adalah ngitungin volume dan laju angin. dimana semua hal yang direaksikan menimbulkan gas, cairan dan endapan, yang kesemuanya itu punya massa dan kecepatan. syet dah!!. apaaaa iniiiii??. semua ini sempat bikin gue pusing dan frustasi, ngapain juga gue ngitungin kayak beginian? kurang kerjaan banget? saking depresinya, gue sempat punya hipotesis asal mua ilmu alam, bahwa bapak-bapak penemu rumus ini dulunya terinspirasi dari proses terciptanya kentut serta ampas-ampasnya. dan inilah yang kita peajari di hingga jaman modern gini. iiuuchhh.....
(iBor goblok, jangan ditiru!)
ehem., sejak postingan gue yang terakhir, tentang bagaimana kisah romantis gue dan mojo belajar bareng, mengarungi dunia keilmuan bersama, dan ngambang di kali bersama. ya... itu adalah kisah unyu awal februari kemaren. dan sekarang ....... adalah awal mei. dan gue baru update. setelah sekian kali nyukur bulu ketek, dan gue baru update. setelah melewati 2 periode mencret kronis, dan gue baru update. see? betapa tidak berperikeblogannya gue. mungkin, seandainya blog adalah makhluk hidup, dia pasti udah lari guling-guling ngaduin gue ke mahkamah blog, sambil nangis dan terseok-seok bilang kalo dia ga terpelihara dengan baik. DAN ITU BENAR. mungkin gue emang agak-agak ga punya bakat kali ya.....
tapi seenggaknya sekarang gue udah berinisiatif untuk memulai merawat kembali bloghina gue lebih awal dari jadwal yang gue paku di layar monitor ; > tanggal 12 mei, abis usm-usm. maksudnya biar gue bisa fokus belajar pacaran. baru setelah itu intim-intiman lagi ama blog. tapi setelah gue sadar,semakin gue nunda, semakin blog gue ga keurus, semakin banyak pembaca kecewa (emang ada?), semakin banyak juga kisah yang gue lewatin. so lets start the story
apa aja yang udah terjadi?? banyak , actually. mulai dari konser musik, on the way try out. unas, donor darah sampe tentang status-status gue di fb. tuh kan, banyak banget yang pengen gue ceritain, dan ga sempat terceritakan. tapi gue janji gue bakal ceritain semuanya satu-satu. mulai dari yang bikin mabuk disko, sampe mabuk darat. tapi yang paling penting dan fenomenal, gue lagi sibuk-sibuknya mabuk cinta :).
di adeg kelas, cewek dan ganteng. meski si adeg sehari-hari pake kerudung dan ke sekolah juga pake rok, gue agak-agak gak ihlas bilang dia cantik mengingat kebiasaannya mukulin anak orang, dan kesukaannya bikin hewan yang ada disekililing dia gagar otak. terakhir dia jerit "itu kodok" sambil tangannya diangkat megang batu. atau waktu dia jerit kaget "ini kucing" sambil roknya dijinjing siap-siap nendang. yeah, brutal, i know. dan dengan alasan yang tidak layak dikonsumsi anak usia diatas 17 tahun, gue manggil dia Tapir. lepas dari itu semua, dia punya sesuatu yang udah nyeret gue terseok-seok ke arah rumahnya. little beauty, that promising. emas ga selalu ada dipermukaan bumi kan.... :D
perubahan lain yang sangat mencolok adalah, gue tambah ganteng. yup, ga ada yang salah ketik, ga ada yang salah baca. emang terdengar sedikit dangdut sih but here i am, gue tambah ganteng. bertambah unyunya wajah ini gue sadari dari komentar orang-orang sekitar yang bilang gue maskulin dan yang tidak diragukan, gue tambah putih. kaget?? gue juga kaget, Nayla kaget, kucing gue aget, cermin di kamar gue juga kaget. nyokap gue nyanyi dangdut (ga nyambung). seriously, mungkin, ini akan jadi awal yang baik buat kebanyakan akhir dari sebuah cerita yang bakal gue bagi bareng.... hohohoooo
for summary, beberapa hal buat dikerjain kedepannya, mulai gue tulis aja biar lebih diselipin dalam menulis. eh, maksud gue, disiplin dalam menulis (keisengan yang menarik :D), dialah :
1. muter-muterin otak, flashback ama cerita-cerita kemaren dan menulisnya dengan penuh cinta, riang, dan gembira, hari yang kunantikan. meski mungkin ga bakalan selengkap aslinya. udah banyak yang lupa, ingetnya yang kronis-kronis aja. emang, tingkat mengingat gue emang cuma setara ama udang rebon.
2. finishing cerita ke expedisi semeru. yang ga selesai-selesai. -_-
3. nyiapin buat tes-tes masuk kuliah. wish me luck guys.
yakk. itulah 3 agenda pokok gue kedepannya. singkat, padat, mencret. 3 target yang bisa aja bikin gue impoten seumur hidup. hell yeah, life is never as easy as it is wished. :)
udah, keburu muntah, segini dulu pembukanya. langsung lanjut ke target aja. salam becyek becyek.
well, mulai popular akhir-akhir ini. terutama karena yang biasa make adalah gue, cowok terpopuler di kalangan kecoa WC smada. hohooo.
"what the hell" adalah semacam style ngomong sejenis "cape deh" buat para atlit. "Eh, Siapa Loe?" buat ABG labil krisis identitas atau "alhamdulillah yah sesuatu" buat yang suka mirip-miripin dirinya ama
"what the hell" cenderung dipake oleh abg lugu salah asuhan. jadi, penggunaannya ;
ketika di panggil "woy..!", tinggal noleh perlahan dan jawab "what the hell?". keren abisss...
ketika ditanya "eh loe udah denger berita blum?" pertahankan mata sayu dan loe jawab "what the hell?". cool bangettttt.......
dan ketika loe ditanya "apa judul lagu nasional indonesia" loe sedot rokok, sambil dikebulin loe jawab "what the hell? by lady gaga" update banget kan...??
besoknya dapat dipastikan loe DO dengan sukses. weheheee
well, itu adalah sekelumit silit dari bejibun perkembangan yang terjadi dalam beberapa abad terakhir. yeah, dan gue ga update. what the hell had going on?? banyak banget actually, banyak yang sudah terlewatkan, banyak yang tak terceritakan, oh.... i miss you so robizamzam.blogspot.com. mumumumu.....
*maaf atas keunyuan yang terjadi, kesalahan bukan pada layar komputer anda
back then, gue bisa menyalahkan semua kemurtadan terhadap blog ini terhadap unjian nasional. lho kok bisa? karena tujuh dari sepuluh wanita pake pantene!! oh, bukan. karena unas udah maksa gue buat fokus belajar. setiap hari yang ada hanyalah sain, sain, dan sain. ada sain batik, kadang malah sain kafan. (oh, itu kain ding).
hari-hari gue penuh dengan belajar sain. ngitungin berat, nyari volume aer, sampai yang paling absurd buat gue adalah ngitungin volume dan laju angin. dimana semua hal yang direaksikan menimbulkan gas, cairan dan endapan, yang kesemuanya itu punya massa dan kecepatan. syet dah!!. apaaaa iniiiii??. semua ini sempat bikin gue pusing dan frustasi, ngapain juga gue ngitungin kayak beginian? kurang kerjaan banget? saking depresinya, gue sempat punya hipotesis asal mua ilmu alam, bahwa bapak-bapak penemu rumus ini dulunya terinspirasi dari proses terciptanya kentut serta ampas-ampasnya. dan inilah yang kita peajari di hingga jaman modern gini. iiuuchhh.....
(iBor goblok, jangan ditiru!)
ehem., sejak postingan gue yang terakhir, tentang bagaimana kisah romantis gue dan mojo belajar bareng, mengarungi dunia keilmuan bersama, dan ngambang di kali bersama. ya... itu adalah kisah unyu awal februari kemaren. dan sekarang ....... adalah awal mei. dan gue baru update. setelah sekian kali nyukur bulu ketek, dan gue baru update. setelah melewati 2 periode mencret kronis, dan gue baru update. see? betapa tidak berperikeblogannya gue. mungkin, seandainya blog adalah makhluk hidup, dia pasti udah lari guling-guling ngaduin gue ke mahkamah blog, sambil nangis dan terseok-seok bilang kalo dia ga terpelihara dengan baik. DAN ITU BENAR. mungkin gue emang agak-agak ga punya bakat kali ya.....
tapi seenggaknya sekarang gue udah berinisiatif untuk memulai merawat kembali blog
apa aja yang udah terjadi?? banyak , actually. mulai dari konser musik, on the way try out. unas, donor darah sampe tentang status-status gue di fb. tuh kan, banyak banget yang pengen gue ceritain, dan ga sempat terceritakan. tapi gue janji gue bakal ceritain semuanya satu-satu. mulai dari yang bikin mabuk disko, sampe mabuk darat. tapi yang paling penting dan fenomenal, gue lagi sibuk-sibuknya mabuk cinta :).
di adeg kelas, cewek dan ganteng. meski si adeg sehari-hari pake kerudung dan ke sekolah juga pake rok, gue agak-agak gak ihlas bilang dia cantik mengingat kebiasaannya mukulin anak orang, dan kesukaannya bikin hewan yang ada disekililing dia gagar otak. terakhir dia jerit "itu kodok" sambil tangannya diangkat megang batu. atau waktu dia jerit kaget "ini kucing" sambil roknya dijinjing siap-siap nendang. yeah, brutal, i know. dan dengan alasan yang tidak layak dikonsumsi anak usia diatas 17 tahun, gue manggil dia Tapir. lepas dari itu semua, dia punya sesuatu yang udah nyeret gue terseok-seok ke arah rumahnya. little beauty, that promising. emas ga selalu ada dipermukaan bumi kan.... :D
perubahan lain yang sangat mencolok adalah, gue tambah ganteng. yup, ga ada yang salah ketik, ga ada yang salah baca. emang terdengar sedikit dangdut sih but here i am, gue tambah ganteng. bertambah unyunya wajah ini gue sadari dari komentar orang-orang sekitar yang bilang gue maskulin dan yang tidak diragukan, gue tambah putih. kaget?? gue juga kaget, Nayla kaget, kucing gue aget, cermin di kamar gue juga kaget. nyokap gue nyanyi dangdut (ga nyambung). seriously, mungkin, ini akan jadi awal yang baik buat kebanyakan akhir dari sebuah cerita yang bakal gue bagi bareng.... hohohoooo
for summary, beberapa hal buat dikerjain kedepannya, mulai gue tulis aja biar lebih diselipin dalam menulis. eh, maksud gue, disiplin dalam menulis (keisengan yang menarik :D), dialah :
1. muter-muterin otak, flashback ama cerita-cerita kemaren dan menulisnya dengan penuh cinta, riang, dan gembira, hari yang kunantikan. meski mungkin ga bakalan selengkap aslinya. udah banyak yang lupa, ingetnya yang kronis-kronis aja. emang, tingkat mengingat gue emang cuma setara ama udang rebon.
2. finishing cerita ke expedisi semeru. yang ga selesai-selesai. -_-
3. nyiapin buat tes-tes masuk kuliah. wish me luck guys.
yakk. itulah 3 agenda pokok gue kedepannya. singkat, padat, mencret. 3 target yang bisa aja bikin gue impoten seumur hidup. hell yeah, life is never as easy as it is wished. :)
udah, keburu muntah, segini dulu pembukanya. langsung lanjut ke target aja. salam becyek becyek.
Langganan:
Postingan (Atom)













