Kamis, 27 November 2014

Suatu Hari di Bulan Agustus, Suatu Pagi di Kawah Ijen.....

Pagi itu gue menerima perintah dari Komandan Jenderal Pasukan Pedagang Rokok (Danjen Pasang Rok) M. Zainudin untuk pulang dari Pasrujambe-Randuagung (37 KM) dalam waktu sepuluh menit. Permintaan yang bahkan Rafael Nadal pun tidak akan mampu untuk itu. (eh, dia pembalap bukan sih?). Ini semua karena kedodolan gue yang lupa kalo hari itu, hari yang gue sama temen-temen sepakati untuk naik ke kawah ijen, adalah hari dimana ada acara halal bi halal hos.cokroaminoto. Dan gue berani janji ke mereka bakalan pulang jam sebelas karena yang gue denger acara halbil dimulai jam delapan. Tapi yang namanya kumpul 'keluarga', suka bikin lupa waktu (dan lupa diri). You know, nothing better than a big big family gathering. terutama saat gue tahu kalau hari itu hari ulang tahun Tio, semua jadi beringas, air liur mengalir di bibir. IKAT DIA, ANAK-ANAK!

Ngomong-ngomong, terimakasih banyak buat keluarga Abimanyu, n HBD Tio. Wish you all the great, dude :)

Lanjut


Untunglah gue pernah menjadi pembalap nasional kelas sepeda ontel dan berhasil mendarat dengan selamat di randuagung dalam...... tiga jam. muehehee. Sesampainya di randuagung udah jam empat sore, gue langsung masukin beberapa makanan, minuman dan cacian dari mereka yang udah nunggu dari jam sebelas siang ke dalam tas carrier. Nyokap gue emang baik banget. You know, pas gue minta tolong nyokap masukin dua ketupat ke dalam tas, ternyata ternyata nyokap masukin dua belas ketupat, plus 6 biji telor rebus, dan kecap manis cap sate. "dibagi sama teman-temannya, siapa tahu mereka lupa bawa". 'siapa tahu mereka lupa bawa', yeah, you are always the greatest, mom. :')

Berangkat ke Bondowoso, hari udah jam lima. Sore itu, langit terasa indah.

Perjalanan gue ditemenin enam remaja tanggung (dibilang desa gayanya harajuku, dibilang kota style belum nyampe) menuju Kawah Ijen diawali dengan nyetir motor Lumajang-Bondowoso, 92 KM. Kita istirahat isi bensin di POM Bondowoso karena itu adalah POM BENSIN TERAKHIR, juga MAKAN CILOT TERAKHIR. Dan perjalanan dilanjutkan ke pos Paltuding, 68 KM, lewat hutan-hutan. Kalau cukup beruntung (baca : engga nyasar) anda tidak akan melalui sawah. Sampai di Paltuding jam di tangan gue menunjukkan pkl 23.11WIB. Disini kita numpang tidur di tenda PMI yang dibiarkan kosong. Brrrrrrrrr....

Yang berkesan dari perjalanan panjang ini, selain bisa bikin pantat jadi sixpack, adalah setelah secara tiba-tiba, entah bagaimana motor kami sampai di sawah-sawah, dan harus nyebrang sungai.  "Wah, jauh sekali nyasarnya, mas. Harusnya belok kiri di simpang jalan besar tadi. Kok bisa sampai disini, tanya siapa mas?" kata warga yang gue tanyai, "Google Map!" jawab gue, PD, padahal lagi nyasar. khukhukhuu

Tips perjalanan menuju Kawah Ijen (Lumajang-Paltuding) ala iBor :
1. Siapkan pantat yang bugar
2. Bagi pejalan kaki siapkan kaki cadangan. Minimal selusin
3. Penuhi tangki bensin dengan air bensin, bukan dengan air kencing (pokoknya jangan)
4. Gue bingung dengan cara kerja Google Map, dia bisa mengidentifikasi mana jalan mana bukan jalan, sekalipun jalan setapak, sekalipun jalan setapak menuju sawah-sawah. !. Mending tanya orang atau bawa kuali isi air kembang. Seriously
5. Carilah teman perjalanan yang mau diajak gantian nyetir.. T_T

..............................................................................................................................................................

"Ndan, mau naik ke kawah jam berapa?" tanya gue ke Danjen Pasang Rok kebanggaan. Pagi itu gue bangun lebih awal
"hmm... jam satuu ajahh.... hmm... tadi kan udah diomongin" jawab dia, setengah ngigau (setengah lagi ngiler)
"yaudah ayok"
"emang sekarang jam berapaaaah?"
"jam dua lewat sepuluh"
"Hah? woi woi, bangun woi" kata dia, panik
"hoamm" satu per satu mereka terbangun, menguap dengan indah
"hmmmmmbbrrttt" bunyi serangan fajar

Pagipun berlangung panik, dan bau....

Jam dua pagi kita buru-buru berangkat ke bibir Kawah, dengan tekad bisa foto dengan Blue Fire. Sampai di kawah, emang ada Blue Fire, emang sih bisa foto, tapi kok Blue Fire ga keliatan di foto? KAMERANYA BUKAN DSLR... oh, nasib.

Jalan ke kawah cukup bagus, mulus, kayak pahanya Nagita Slavina sebelum tumbuh bulu. mungkin karena jalan ini emang biasa dilalui para penambang belerang. Jadinya gampang dan enteng untuk di didaki. Sepanjang jalan gue melihat banyak pendaki amatir yang mencoba mengisi liburan dengan naik gunung. Gue lihat ada beragam bentuk dan warnanya. Ada yang celana jeans komprang pake singlet, ada yang Skinny Jeans warna Pink kacamata gelap, dan adapula yang pake hotpans bahan jens biru. Entah apa yang  dilakukan cewek ini di gunung dengan hanya hotpans di selangkangan. Mungkin, masa kecilnya dibesarkan oleh kepiting laut, yang ga ngerti bedanya pantai sama gunung. gue, melihat pemandangan ini, cuma bisa berharap nih cina-hotpans-pendaki-gunung ga diculik macan buat diemut.

Jam masih setengah lima, di bibir kawah yang rame banget (sekilas senter2 terlihat lebih mirip pasar malem pake strongking) gue menunggu dengan setengah menahan meler, tidur nyelempit diantara celah-celah dinding kawah biar ga terus-terusan kena angin. Gue berasa jadi bangsa Tsamud.

Matahari mulai terbit, dan gue memutuskan untuk menghangatkan badan dengan jalan-jalan cari titik tertinggi dari bibir kawah, berharap bisa mendapat sesuatu dari sunrise pagi ini. Disini, lagi-lagi, gue terdiam sejenak, termenung, dan tersentak akal dan batin atas keindahan alam yang Tuhan hamparkan di depan mata ini. Duduk terdiam di bibir kawah, kembali menatap takjup sebentang kawah berwarna hijau tosca, berlatar barisan pegunungan dengan cahaya pagi yang sayup beranjak terang, mengkilatkan cahaya-cahaya dari dasar kawah. Lagi-lgi gue berpikir, "apa yang gue cari ke gunung" sekarang terjawab. The infinite serenity.

Mata terus terpaku terpukau, Matahari yang terus meninggi, angin berkecamuk, mengusir awan menampilkan sosok-sosok penambang belerang di lingkaran kawah yang mengumpulkan belerang dari sumber belerang di sekitar kawah, lalu mengangkutnya dengan keranjang, dengan tubuh ringkih nan tua, berjalan menuruni Gunung Ijen untuk ditimbang dan menerima upah yang tak seberapa. Sebagai seorang yang sentimentil hati gue agak lirih melihat pemandangan bapak-bapak ini.
Engga tega aja. Disisi lain pekerjaan mereka yang berat dan berbahaya posisi mereka diremehkan oleh sebagian orang lain. Mereka, bukan seonggok daging yang seharusnya di hina. Mereka, manusia bermartabat yang menghindarkan diri dari kenistaan meminta-minta, mencari nafkah meski harus bertaruh jiwa. Mereka mungkin tidak akan hidup lebih lama dari seharusnya. Gas Sulfur tentu telah memberikan damage serius untuk kesehatan paru-paru. But, they dont complain. They even Never care about what will happen to their health. All they know is to work and paid. Demi cinta mereka, demi keluarga mereka.

Keindahan dan kearifan ini, adalah harta karun pada pendakian gue kali ini. Andai manusia tahu, andai manusia mau sedikit melihat, dunia tidak selalu dipenuhi oleh sampah, atau orang-orang yang berkelakukan sampah, lalu kita bisa bersama-sama melihat setitik surga yang Tuhan turunkan di bumi Pertiwi, maka mungkin manusia akan sadar, keindahan hidup belum lah sirna.

...................................................................................................................

Sebelum pulang gue beli dua buah suvenir yang dijual di bibir kawah sebagai oleh-oleh. Satu buat di kamar gue, satu gue pengen gue kasih koala.

Ternyata, banyak kejutan yang diberikan oleh suvenir belerang ini yang indah dan sekaligus mengerikan. Selain gampang pecah (banget),  belerang juga memberikan aroma yang teramat khas. Khasnya itu ya ..... khas. Khas belerang. Ada yang ga tau bau khas belerang gimana? coba cari kucing betina. Pastikan kucingnya lagi hamil dan pengen kentut, pas dia kentut, nah, rasakanlah sensasinya. Pas gue berikan hadiah gue ke koala, gue minta dia buka kotaknya sambil tutup hidup. "Demi kebaikanmu". Tapi koala engga mau nurut, dia buka aja kotaknya tanpa mau nutup hidung, dia koma tiga minggu.

Belerang ini juga akhirnya bikin gue repot. Oleh-oleh yang pengen gue kasih ke koala ternyata pecah tujuh bagian asimetris! yap, pecah! ini mau dijadiin hadiah kok malah PECAH? Tuhanee... jadilah gue berusaha keras menyambung belerang-belerang itu, membuatkannya kotak, dan membawanya dengan penuh kehati-hatian. Hasilnya, GAGAL. Sesampainya di rumah koala si belerang malah beranak jadi sembilan bagian. Sial.

Tips membeli Suvenir belerang :
1. Sediakan tempat yang aman, tahan banting, tahan goyang, kalo perlu juga tahan gempa dan tsunami. Hiasan belerang sangat mudah pecah.
2. Belerang yang pecah hanya bisa disambung dengan cara sublim (digaskan-keraskan lagi). Tidak bisa dengan lem Alteco atau Kastol. Sumpah demi Tuhan engga bisa.
3. Jika menyimpan belerang dalam kotak, maka berhati-hatilah saat hendak membuka kotak. Saya sarankan untuk memakai masker 70 lapis! ingat prinsip kentut : Sekali keluar sekali membunuh (one shot one kill)!

Gue, dan....

Komandan Jenderal Pasukan Pedagang Rokok (Danjen Pasang Rok) kebanggaan
Sarapan Pagi(-pagi buta) Bekal dari Nyokap : Ketupat, Lontong, Telor, dan Kecap Manis Cap Sate.

AI.. HEV... LONTONG... TU... BAIT.... Geeh hehehe. (Zombies Laugh)

Selfie Kawah-fie

Nofie (yang ini emang bener namanya)
"Sayang, Terimalah Cintaku, atau Aku akan melompat ke Kawah dan Menjadi Gule"
Masa Kecil Kurang Imunisasi

Ramenyoo..

Souvenir Khas Kawah Ijen. Indah, Murah, Bau Kentut

DEAL WITH IT!

Ini kita lagi bergaya Boyband. Coba tebak siapa yang mirip Bisma? (GAK ADA!!)

IJEN CRATERRR

Jam delapan gue turun dari bibir kawah dengan sedikit berlari, 'full speed', seperti kesukaan gue. Nyampe di pos Paltuding langsung pulang. Agak keburu emang, karena gue udah janji ada Date hari itu. Di tengah jalan pulang dari paltuding gue sempet perhatikan sebelah kanan ada sesuatu yang menarik, rame dan kayanya keren. Ternyata ada spot yang lumayan kece. Bentuknya sungai air panas, dan karena konturnya panjang dan tinggi jadi kelihatan kayak air terjun panas, atau air panas terjun, atau terjunan air panas, atau air panas yang diterjunin? ah bodo amat. pokoknya gitu.

Another Spot to Visit

Mangan Sek Rek ndek Warung Bondowoso. Aselolee..

Perjalanan pulang, gue merasakan excitement ketenangan hati maksmial. Gue ada janji sama Koala buat maen bareng. Setelah sampai di rumah sekitar jam satu, gue langsung mandi, fitting depan kaca and....... "gue siap untuk kencan hari ini"
^^



.
.
.
.
.
.
.
.

BONUS !!!!
Kayang Everywhere edisi Kawah Ijen....



Kayang Everywhere. Tada!!

Senin, 17 November 2014

H HH HHALOO...

Ini Nopember, dan gue baru update lagi..... Yaoloh, sepertinya Gue bener-bener butuh diruqyah.

Ini yang tejadi : Gue baca positngan terakhir gue. Dan gue jijik.

Gue ngerasa tulisan gue makin freak. Seperti ada yang beda saat gue ngebaca tulisan gue ini, seperti bukan 'gue' yang biasanya, seperti bukan ibor yang biasanya, seperti bukan anak-gaul-cakep-banget yang biasanya (eh, emang bukan sih). Tulisan yang terasa random, no feel, dan  'not me' banget. Gue ngerasa beda dari tulisan gue. Atau lebih tepatnya gue ngerasa ada yang mulai beda dari diri gue. ada yang ngerasa sama? :(

............................................................................................................................................................

Gue udah nyaris tiga bulan jadi nindya praja, senior tertinggi di kampus regional. As far as i feel is not as much expected. Apa yang gue rasa sejauh ini adalah gue capek banget. Tuntutan profesionalisme fungsionaris, latihan *** yang nyaris menjadi rutinitas yang menyesakkan, tuntutan unit-unit kegiatan, dan masalah-masalah angkatan 'satu salah semuanya sakit' (yang salah ya itu-itu saja dan yang sakit juga ya kita-kita juga). Dulu gue excited banget buat jadi nindya praja, punya junior, jabatan, alat, and so another freaking ambitions to make unreal dreams come true. As now gue paham, memiliki apa yang kita inginkan tidak selalu terasa seperti apa yang kita impikan.

Good thing that i can train my self a lot. Belajar dari padatnya jadwal kegiatan gue. Gue sekarang ngerasa mulai bisa mengatur dan membatasi diri untuk kemana arah pembelajaran ini berakhir, akan jadi seperti apa gue nanti. Ditengah kampretnya jadwal aktipitas gue sekarang gue masih bisa menyelipkan semenit dua meni buat nulis. Yep, Gue tetep pengen jadi penulis. Menjadi penulis adalah satu hal yang matter buat gue. Gue masih pengen punya buku gue sendiri. Gue pengen punya rekaman abadi tentang pemikiran-pemikiran gue. Sebuah karya yang bisa memperpanjang umur gue, yang tercantum nama dan mengandung jiwa dari seorang Robi zam-zam a.ka. iBor ganteng. Dengan sedikit idealisme yang tersisa sekarang, gue mulai menuliskannya dalam bentuk mushaf-mushaf suci gue sendiri. :)

Salam super,
iBor Ganteng.









Senin, 18 Agustus 2014

LEBARAN STORY, AGUSTUS YANG BEDA

Satu hal dari dihilangkannya free wifi, gue jadi jarang banget posting. khukhukhuu..
watz ap gais, aem bek! banyak yang pengen gue ceritain, setelah selama ini, setelah kembalinya wahyu koko ke haribaan kota pisang, kembali dengan pakaian dinas hariannya, dan gue melanjutkan kehidupan sebagai praja yang cuti.

yang namanya praja, meski cuti, waktu berkumpul dengan keluarga tuh dikiiit bnget. kalo diitung, dari 100% aktipitas gue sehari-hari cuma 30% bisa gue habisin di rumah (dan ini nindya praja). atau dari 24 jam kehidupan gue, tujuh jam gue habisin dirumah terdiri dari 3 jam tidur, 1 jam guling-guling pasca tidur, sisanya melakukan aktipitas yang bermanfaat seperti ngupil, potong kuku, pasang kutek, dsb. Waktu gue kebanyakan habis ama korps, kunjung sana-kunjung sini, kegiatan, prosesi...... fiuhh, kayaknya emang harus punya tulang punggung cadangan.

lebaran taon ini agak beda buat gue. perbedaan yang paling utama adalah gue sekarang jadi ganteng. gue ga boong! setidaknya begitulah kata nenek gue. nenek adalah orang yang selalu objektif dan jujur. seperti kemaren, terakhir gue tanya nama gue siapa ternyata nenek gue lupa. aduh aduhh.

Cuti lebaran tahun ini beda ama cuti-cuti sebelumnya karena bener-bener jadi long-long-holiday-praja, dari 2 juli sampe 24 agustus. Hampir dua bulan brohh. ini kalo dibuat ternak kelinci bisa sampe beranak kuda nih, hehehe. cuti panjang gini emang ga biasa. menurut kabar burung (ga tau burungnya siapa. ga penting) liburan panjang kali ini di sponsori oleh persiapan perubahan sisdik IPDN juga persiapan penerimaan angkatan XXV, yang mekanisme dan prosedurnya jadi lebih rumit sekarang.

btw, thanks to mister rektor atas cuti panjangya, sering-sering ajah ya pak... muehehee

well, thats one good news. cuti kali ini jadi punya lebih banyak waktu buat bareng keluarga, kamar, taman bunga gue (iya, isinya kebanyakan cuma rumput), sanggar pramuka dan temen-temen yang mirip monyet gue. enak rasanya bisa banyak bantu bokap disawah, atau belajar resep masakan baru ke nyokap. gue juga sempet ngedampingin latihan adek-adek penggalang yang mau berangkat ke jambore jatim 2014. how quality time ever had.

Hello, I present you new product, wanna buy?

anak muda jaman sekarang

hal lain yang keren, cuti kemaren punya kesempatan go wess bareng purna-purna. gue seneng banget pas denger ada go wess. hatiku gembira, riang tak terkira mendengar berita kabar nan bahagia, terajana oh terajana. ehem, maaf, jiwa dangdut saya suka tidak terkontrol.

perencanaan mulai diomongin. harinya adalah hari minggu, fix!. start kumpul di alun-alun kota jam 06.00, sepakat!. wajib bawa sepeda, ini baru kampret!. gue ga punya sepeda gitu lho! kalaupun punya, pasti di randuagung, susah bawa ke kotanya. kalu gue paksain kayuh dari randuagung nyampe kota gue pasti gagal ginjal. jauh mamen. jadilah gue dua hari dua malam muterin kota lumajang. dari rumah satu ke rumah yang lainnya. nanya-nanya siapa tau ada sepeda yang bisa gue curi, eh, pinjam.

abis gowess (yang ternyata rutenya muter balik lagi ke kota) kita menuju ke salah satu spot nongkrong yang agak 'kece' menurut gue. Rumah Bubur namanya. kenapa kece? karena tempatnya kece, lokasinya kece, suasananya kece, penjualnya kece, dan pembelinya yang juga kece. (yang terakhir maksudnya kecebong kali).

abis breakfast rencananya mau langsung pulang, tapi mutusin buat maenin madya di alun-alun kota dulu.


Sokab Sengel : Senengane Ngelike
Another Sokab :Rizkapuz dan Koko
Ayo-ayo, pasang tarohane...

Lumajangduatiga-fie

Nindya Praja, muehehee

"Bro, aku kesel bro dadi junior"


oya, gue ga lupa mendemokan kampanye kayang everywhere gueh, ciatt.

Tadaa....!
gue orangnya ambisius, dan salah satu ambisi gue untuk cuti adalah ada satu puncak gunung baru yang gue daki. dan ternyata, puncak itu adalah kawah ijen. huwaaa, setelah sekian lamaa akhirnya gue bisa beneran ke kawah ijen. buat kalian yang belum pernah ke kawah ijen, nih gue kasih beberapa tips :

TIPS MENUJU KAWAH IJEN :
1. siapkan pantat yang bugar
2. untuk yang naik motor, siapkan bensin cadangan. kalau perlu, simpan dalam perut.
3. untuk yang jalan kaki, siapkan aja kaki cadangan. minimal selusin.
4. buat para newbie, jangan pake-pake celana ketat lagi ya
5. buat para newbie cewek, tolong jangan pake-pake hotpans. apalagi higheels. pokoknya jangan.
6. supir cadangan, recommended.
7. buat yang pengen dapat 'blue fire', naik aja sekitar jam 3 subuh. kamera minimal dslr biar mantap.


di sekitar kawah ada orang-orang yang pekerjaannya menjual kerajinan batu belerang. namanya belerang, dibentuk indah dan estetis, bahannya alami dan ramah lingkungan, dan aromanya hmmm,,,, aroma kentut yang menggoda. gue beli dua belerang yang dibentuk jadi rangkaian bunga. satu buat kamar gue, satu lagi gue beli buat koala. namun rupanya, sodara-sodara, membawa pulang hiasan belerang membutuhkan kemampuan yang khusus, atau belerang anda akan bernasib seperti belerang saya : pecah, porak poranda, termutilasi 9 bagian sama rata.

lebih banyak tentang ijen ada di postingan gue selanjutnya.

gue sempet ngacak-ngacak lemari pakaian gue dan menemukan benda lama yang ga asing, hasduk pramuka. Dan gue inget, cuti taon ini melewati 14 agustus 2014. selamat hari pramuka temanh temanh semuah.. :D. maap ya taon ini ga bisa ikut upacaranya. wish you all the best lah.

one to be regretted, tanggal 17 agustus kemaren ga bisa upacara bareng. bukan tanpa usaha sama sekali, sebenernya, tapi plan awal gue adalah jadi ajudan camat tempursari. dan ternyata dicancel tiga hari sebelunya karena udah digantiin ama senior gue. setelah mencoba loba lobi ke sekcam gue, ternyata udah ga bisa. yawess, aku rapopo.

farewell gue ama praja yang lain menghabiskan waktu di selokambang buat praktek cara-menenggelamkan-junior-yang-baik. tapi ternyata, junior gue punya bakat tenggelam dengan sendirinya. sungguh luar biasa. jadi di selokambang ada kolam buat main bebek-bebekan. tapi bagi adik-adik gue yang super bahenol ini, kolam ya kolam, tetep dipake renang. mantab.

pagi itu, madya nindya lumajang berkumpul di selokambang. sambil nunggu wasana dateng, acara kami buat nindya madya olah-raga bareng (nindya yang mengolah, madya yang memperagakan. gitu). pas wasana dateng, lokasi digeser ke kolam bebek-bebek'an. rupanya oh rupanya, ada sebuah permainan yang telah dirancang oleh kaks wasana buat kami, namanya dayung versus kayuh. senior dayung, junior kayuh. hukum karma berlaku. everything is going chaos.

ronde pertama diberikan kesempatan kepada nindya buat kayuh-kayuh. semua lancar seperti rencana. gue ngerasa permainan ini asyik, berikutnya pas giliran madya gue mutusin buat naik di tengah, sebelum gue sadar itu merupakan keputusan yang salah. sesaat setelah mereka mulai mengayuh, perahupun mulai binal dan semuanya tak terkendali. oh Tuhan, bisa-bisanya mereka menceburkan senior mereka sendiri. -_-

sayang, cuti kali ini cuma bisa ditemenin 3 adek kabs. mohon doanya yak. semoga adek kab gue, zulfikar, diberi lekas sembuh dari kemoterapinya. menurut dokter, operasi laser tumor di kepalanya baru bisa dilakukan 22 agustus entar. masa penyembuhan bisa tiga sampe enam bulan. wish all the best, always.

dari sekian perbedaan yang terjadi pada lebaran taon ini, ini adalah yang terheboh "Lebaran tahun ini, tiwul punya pacar". KYAAKYAAKYAA\



Sabtu, 26 Juli 2014

Balada Potongan Hati Wahyu Koko

Gue baru pulang dari RS. Dr. Soetomo Surabaya. Bukan, gue bukan operasi kelamin. Gue bareng Korps Praja Kota Pisang mulai wasana XXII sampe madya XXIV pergi menjenguk salah satu adek gue, Ikal (nama yang cukup imut untuk ukurannya) dari angk.XXIV yang sedang kemoterapi serius.

Sebelumnya kita ada acara di Malang. Cuti tahun ini bisa agendanya buka bersama korps praja kares malang mulai wasana sampai madya. Cukup exciting sih, masing-masing praja diwajibkan membawa pasangan. Temen, pacar, selingkuhan, terserah yang penting pasangan. Adek gue, Firdaus, bawa pacarnya. Si Dwi, adek gue juga, bawa sepupunya. Tiba giliran Muklis, adek gue satu lagi, gue tanya..

"dek, pasanganmu siapa?" tanya gue, bak seorang kakak yang takut adiknya tidak laku.
"ijin mas, tidak ada mas" jawabnya rendah
"loh, kok bisa ga ada?"
"iya mas, tadi ada, tapi saya di PHP" dia diem, gue diem, kita semua diem, "pasangan saya sudah di booking mas agus" lanjut muklis. satu ruangan ketawa pecah!
"sabar ya dek, persaingan hidup memang keras" #pukpukk

Gue? gue bawa pasangan kok. Sebut Saja Koala (bukan nama sebenarnya), 19, asal leces. saya dan dia awalnya hanya.. (loh, loh, kok jadi kayak berita2 di koran memo). Oke stop. Dia pasangan gue, sekarang dan seterusnya. Later i'll tell about her, more often. ;)

Ada yang enggak biasa dari acara kumpul kali ini. yakni ditemukannya Wahyu Kukuh Kurnia Putra (baca : koko pengong) yang telah menghilang berhari-hari tanpa surat, tanpa kabar, juga tanpa surat kabar. hanya hutang yang ditinggalkan.

Jadi ceritanya ni anak sempet ngilang berhari-hari dari peredaran. Praktis, ni bocah ga pernah ikutan kumpul sampe akhirnya di acara buber diketemukan oleh pihak yang berwajib (wasana praja, mampus).

Banyak gosip beredar tentang menghilangnya koko, mulai dari nginep dirumah pacarnya, touring sama temen-temen kuliahnya, sampai diculik tante-tante yang ngefans ama praja. Who knows, yang pasti adalah : dia jadi buronan nomer wahid mulai wasana hingga purna praja lumajang. Juga, bokap-nyokapnya. (ini serius, bonyoknya ga tau koko ngilang kemana). Segala daya dan upaya telah dikerahkan. Mulai dari ditelpon, sampai dilihat di koali isi air kembang. Hasilnya nihil.

Sampai akhirnya dia muncul dan disergap oleh wasana praja di acara buber kares malang. BUSTED. you gonna kidding me if you got no correction. khukhukhuu

Sebelumnya, Perjumpaan gue dengan koko adalah saat buber kares malang XXIII. Do'i ikut makan bareng disana. Gue gunain kesempatan ini buat introgasi dia, siapa ini benar-benar kasus penculikan, dan gue bisa dapat tambahan energi dari kasus ini (<= mabok Criminal Case)

Well, apa yang gue dapet dari upaya introgasi gue lebih dari yang gue harapkan. "aku kesel wes le, payah kabeh wes, koyoke mari iki ga dadi praja maneh aku dadi mahasiswa ae". Kalimat ini bisa diartikan kedalam bahasa indonesia dalam satu kata : MUAK.

Koko muak, dia merasa mencapai batas dari Temperature-limitnya. Well, ini akan sedikit merepotkan.

Upaya gue mengajak koko pulang secepatnya gue lanjut, gue bujuk dengan segala macam bujukan yang gue bisa. Tentu ga sambil ngegrepe-grepe, tapi sedikit banyak gue tahu tentang keluarga koko dan How-he-should-to-be. Kalo dia kurang respek sama keluarganya, bagaimana dengan keluarga orang yang dia sayang? bagaimana dengan orang-orang yang sudah terlanjur bangga dengan statusnya sebagai Praja? bagaimana dengan angannya yang sebentar lagi CPNS?

"hidup kita memang susah, tapi ini hanya awalannya" bujuk gue, penuh kemesraan.
"selama lebih dari dua tahun aku jadi praja, ga pernah merasakan kebahagiaan seperti saat berkumpul dengan teman-teman mahasiswa kemaren"

Gue setuju. Banget. Gue pernah ngerasain perasaan yang sama. Meski gue cuma sempet ngerasain kuliah dua minggu doang, tapi berasanya seru. Aroma kebebasan semesta mahasiswa yang seolah-olah siap menerjang apa saja dan meledak kapan saja. Mimpi-mimpi jadi pekerja lepas dan jadi enterpreuner muda. Semangat mahasiswa tahun pertama yang gue kobarkan, masih terasa panas sampe sekarang.

Inget postingan gue tentang 'rumah'?. bagaimana kita membut suatu tempat menjadi yang paling nyaman buat kita, dari banyaknya potongan hati yang kita letakkan disana, yang kita warnai dengan tawa, tangis, konflik, usaha, dan mungkin cinta. Sampai kapanpun bahkan hingga tempat itu hilang, potongan hati yang kita letakkan akan tetap membuat kita merasa nyaman disana. Di 'rumah' kita yang lain.

Seperti orang yang mencintai terlalu dalam, ketika putus bakalan desperate dan susah move on. Itu karena terlalu banyak potongan hati yang ia letakkan pada satu orang.

Seperti koko, sepertinya ia terlalu banyak meletakkan potongan2 hati disana. Sampai ia lupa, bahwa itu hanyalah potongan2 kecil yang harus ia tinggalkan.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Masalah koko akhirnya selesai. Ya, diselesaikan secara 'adat'. Tapi wasana tampaknya ga akan melupakannya gitu aja. Begitu juga Rizka. Apa yag telah koko lakukan memberi bekas buat Rizka. Sampai tulisan ini gue terbitin, Rizka masih enggan memanggil Koko dengan 'Mas'.

Mungkin masalahnya emang cuma selesai buat gue aja. Engga buat yang laen. Termasuk buat koko sendiri. Dalam perjalanan pulang dari malang 23 Agustus kemaren, gue dapet kabar bahwa Koko di rampok. Motornya (actually, its his girlfrend's) diambil orang pas dia lewat jalan sepi di pasuruan jam 4 subuh. (yaelah nekat banget si lo kokoooo....)

pesan moral : kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat pelakunya, tapi juga karena niat korbannya. PASDAWALAH!