Minggu, 15 Juni 2014

YOU Who Came From STALK

(Gue ngetik ini tengah malem, jadi bacanya sambil lirih ya)

Gue lega banget. Akhirnya cerita tentang gunung-gunungannya three mustketek gue posting juga. Engga tahu kenapa, postingan ini adalah postingan paling meresahkan sejagad. Postingan ini adalah postingan yang selalu gagal posting (hayoh, bingung lho!). Seolah-olah selalu ada yang ingin diselipkan ke dalam cerita, tapi tiap kali udah berhadapan sama white-board edit perasaan yang muncul adalah "mau diselipin dimane ye, ah, ntaran aje lah, nunggu inspirasi". Dan begitu seterusnya sampe kiamat.

Gue di kampus sekarang. Dua minggu dari PL2, gue bersyukur masih bisa hidup dan nulis ini sekarang.

Pengkaderan gue berjalan terus. Satu persatu pengumuman kelulusan UKP dibacakan. Gue juga lolos dan dinyatakan resmi jadi anggota drumband. Huaaa, senengnya. Tapi latihan siang malam kayak gini bikin gue resah, gue makin terancam ga punya junior (meniup terompet bisa jadi pemicu vericochele).

Sekarang tinggal nunggu nasib, mau jadi apa gue waktu nindya praja nanti. Itu ditentukan oleh dua hal. "Naik meja korps atau tidak" sama "Berangkat IIP atau tidak".

Sejujurnya gue pengen banget berangkat ke IIP. Praja dengan nilai pengajaran tertinggi di rata2 semester 1-4 dari tiap kontingen akan dikirim ke Kampus IIP (Institut Ilmu Pemerintahan) di cilandak dan belajar disana untuk dua tahun terakhir (nindya-wasana). Kenapa gue pengen disana? simple, i like on being minority. Gue suka menjadi bagian lain dari suatu kelompok. Karena bagian lain itu pasti ada karena suatu keistimewaan. Dalam hal IIP ini, keistimewaannya adalah mereka dikelompokkan berdasarkan 'prestasi' tertentu. Seenggaknya, waktu gue pulang nanti gue membawa cerita kalau gue bisa belajar di 'lingkungan belajar' sekarang. Lebih fokus, lebih berprestasi. (wad sap jekardah.... wait for me yahh)

Gue tadi nyoba buat ganti-ganti layout gue. Gue naikin kolom followers, dengan harapan bisa dapat tambahan follower. But it felt ridiculous. Tampilannya jadi aneh dan bukan gue banget. akhirnya gue balikin tampilannya jadi seperti semula, simple, and i am a big fan of simplicity. Dan bagi yang lagi ngebaca blog gue tapi belom jadi follower, feel free to click ok? tombolnya ada dibawah. Emang ga ngasih duit, tapi seenggaknya loe udah nyumbang semangat gue buat nulis. :)

Seseorang datang di kehidupan gue. Memulai percakapan tidak biasa, dan gue tahu itu datangnya dari hati. Awalnya dari mana, gue juga bingung. Sepertinya dari keseringannya ngelihat akun dan status-status di facebook, or twitter, or reading this blog. i dont know. yang gue tahu, kita sudah mencari tahu banyak, satu sama lain. yap, akibat stalking, satu sama lain. Kita berdua, adalah kesamaan, yang terselimuti oleh kesandiwaraan agar tidak terlihat sedemikian. Thus because we love each other. And won't hurt, each other.

Okeh gais, para manusia, berhubung udah malem gue mau bocan (bobok cantik) dulu. see ya.

Sabtu, 14 Juni 2014

Mimpi Setinggi 2597 mdpl

Diantara 2000an temen seangkatan gue di IPDN, Fatur adalah orang yang garis kehidupannya paling banyak bersinggungan dengan gue. Mulai dari satu ranjang, satu kelas, satu regional, satu UKP sampai satu pengkaderan organisasi. Gue orangnya ga percaya sama konsep jodoh, tapi kalo diinget-inget kemesraan gue ama fatur, kayaknya...... ah, engga, ENGGA!
 
Sewaktu satu wisma dulu gue satu ranjang sama Fatur. Dia di atas, gue di bawah. (ranjangnya susun, sumpah, jangan mikir laen-laen!). karena satu ranjang, Gue jadi hapal gimana pola dan gaya tidurnya si manusia bed dobel ini. 

Gue tahu Fatur bisa langsung tidur di 5 detik pertama setelah menyentuh bantal. Dia juga punya reflek yang bagus, gampang dibangunin. Bahkan, dia bisa langsung bangun sambil marah kalau gue bangunin dia dengan cara mencabut bulu idungnya. Dan jeleknya, suara tidurnya bisa terdengar dari wisma 18 sampai wisma 01. Absolutely metal rock concert.

Gue kenal fatur dari bangun sampai tidurnya. Tapi di puncak gunung talang, gue kenal fatur dari sudut yang berbeda.

PL2 gue udah di minggu terakhir. Hampir semua pekerjaan gue kelar, grafik realisasi mulai enak dilihat. Udah ada yang nyampe 100%!. Pembuatan video kecamatan dan pengisian portal berita kecamatan, Ah, renyah, ga bakalan sulit2 amat. Sekarang tinggal pemulihan otak yang damage di bagian kiri dan kanannya udah mulai ga simetris lagi. Karena gue termasuk yang ga pernah pergi maen selama PL2, sejauh ini, maka gue mutusin di ahir-akhir PL2 Gue harus berlibur.

Sempet bingung, mau kemana neh.... mau ke kota, kayaknya mainstream. Mau ke waterboom, takut tenggelem. Sampe di suatu malam gue mendapatkan sebuah kunjungan kenegaraan. Saat itu, sekitar jam sepuluh malem ada mobil yang isinya praja semua. Lalu satu persatu mereka turun. Dan ternyata yang terakhir turun adalah........ Andrew! yaelah, sokam kenape baru muncul sih lu, gua udah lame nih nunggu kabar elu. Kata gue ke Sokam (Sodara Kamar) yang tempat prakteknya ada di kecamatan laen, sambil menepuk pundaknya. sok asik.

Pembicaraan pun mulai berlangsung binal. Dia bilang baru pulang ngantar temennya kembali ke sulut karena papanya meninggal. Dia cerita tentang purna praja di kecamatannya sekarang menjabat purna, gue ceritain purna APDN di kecamatan gue yang masih di posisi kasi pemerintahan. Dia cerita bagaimana bau kentut fatur yang pernah gue ceritain di pendakian singglang sekarang sudah menguasai seantero induk semang mereka, gue cerita bau keperjakaan angki yang udah menjadi wabah endemik mematikan. Dia cerita dia pengen naik gunung talang, gue cerita gue udah punya plan buat naik gunung talang. Klop! Kita susun jadwal. Hari itu minggu malam, kita berencana naik rabu pagi. Fix, andrew pun pulang dengan wajah berseri.

Waktu bergerak maju, ternyata menjelang akhir masa praktek justru tidak semulus-mulus seperti yang kita rencanakan. Banyak halangan, rintangan, membentang, namun tak jadi masalah dan tak jadi beban pikiran (OST Robi Sakti). Hari Rabu ternyata gue ga bisa keluar karena ada persiapan presentasi realisasi program di kecamatan. Kamis jelas ga bisa, hari H presentasi. Jumat juga gue ga bisa karena ada malam perpisahan di kecamatan. Akhirnya, sebelum gue mati diabcok andrew di leher, jumat malam dia telepon gue:

Andrew : heh, bi, jadi ga nih? Kapan elu kesini?

Gue : oke bebh, besok subuh q udah di induk semangmu. Sambut q dengan cinta dan ketulusan, oke? Dadahh..

Andrew : MONY....(tutt tuttt tuutttt)

Gue tahu udah bersalah sama andrew, makanya gue langsung tutup sebelum sempat dia mengucapkan ‘puji pujian’nya ke gue.

malam itu juga gue pamit ke pembimbing lapangan gue. Gue bilang kalo gue mau ke gunung sama temen gue dengan kompensasi tugas gue sebagai ketua kelompok udah selesai. Binglap gue mengiyakan, gue langsung packing. gue tidur dalam keadaan siap mendaki. Gue dengan pakaian paporit gue mendaki, celana PDL, kaos item lengan panjang, baju angkatan XXIII. 

Besoknya jam 5 pagi gue udah bangun, sholat dan pamit ama ibu induk semang. Agak-agak haru gitu. ibu induk semang baru bangun tidur, belum sempat inget nama dia siapa gue udah ada disampingnya sambil ngomong “bunda, robi pergi ke gunung, mohon doanya. Bunda ga perlu khawatir, robi sudah pamit ke bapak”. Si bunda Cuma terdiam menganga. sepertinya ruhnya masih nyangkut di alam mimpi.

Gue nunggu mobil angkot di depan rumah. Jam enam pagi. Anjing saja masih menguap. Ibu induk semang bikinin gue susu hangat. Even my mother ... me to go hiking, this woman makes me a cup of hot milk.

Gue nyampe kecamatan sokam gue sekitar jam tujuh. Begitu masuk gerbang kantor camat gue disambut fatur (yang tadinya gue pikir penjaga malam kantor camat, habis dekil sih) dan dibawa ke induk semang mereka. Fix, pendakian kali ini Cuma kami bertiga. Dan diantara kami bertiga, ga ada satupun yang pernah naik gunung talang ini. Ulalaa..

Gue : drew, kita naik lewat mana?

Andrew Sokam Sayang : lewat hot spring sini aja. Deket kok, aku tau tempatnya.

Gw : beneran? Udah tanya?

ASS : iye bener, gue udah tanya-tanya, kalo dari sini katanya Cuma dua jam. Sama seperti Uda Agung bilang dulu.

Gw : oke deh, kita ke hot spring naik apa?

ASS : ngojyek.

Gue sih pecaya-percaya aja sama andrew. Meski apa yang diomongin agak-agak melenceng dari apa yang gue baca di internet tentang pendakian. Oya, ini kebiasaan gue, sebelum naik gunung gue pasti cari-cari info tentang gunung yang bakal gue daki di internet. Tapi kali ini sepertinya gue udah terperangkap oleh mulut manis sokam gue. Dasar buaya.

Kami bertiga naik ojyek ke kolam air hangat di nagari bukit gadang. Dari sini kita jalan kaki di jalanan aspal menaik. Dari awal perjalanan udah keliatan tuh gunung talang yang bakal di daki. Kami bertiga jalan seolah udah terikat arus magnet dari gunung talang. Sampe akhirnya ada keresahan di batin gue. Ini udah 1,5 jam, tapi gue ga merasakan pertanda berada di kaki gunung. Warga pun ikut memberikan tatapan-tatapan “sumpeh lo?” setiap kami tanya jalan ke arah gunung.

And here we are, jam 09.30, kita ada di Nagari.... kecamatan lembang jaya. Kami akhirnya sadar, yang dinamakan “dua jam nyampe” ternyata nyampe ke “start” jalur pendakian.

Gue jadi inget perkataan Andrew, “dari sini Cuma dua jam”

Gue inget raut wajah andrew, sok manis, amat meyakinkan

Gue inget fatur, udah mulai boker-boker sejak belum berangkat.

Ternyata gue jadi korban PHP sokam gue sendiri. mood mendaki gunung gue berubah jadi mood pengen matahin badan andrew dua bagian sama rata.

Di nagari ini kita istirahat. Hitung-hitung, memulihkan kembali halusinasi dua-jam-pendakian-sampai tadi. Dari sini, pendakian benar-benar dimulai. Dari sini kita jalan ke jorong bawah bukit. Jorong terakhir sebelum masuk pintu rimba. Disini jalannya adalah sawah-sawah dan kita sempet nyasar. Ga tau dimana salah melangkahnya, tahu-tahu udah ada di bukit yang beda dari yang seharusnya membawa pendakian ke puncak.

Yoweis, setelah tanya-tanya sama petani, kami nyebrang kali, pindah bukit, mendaki gunung, lewati lembah.

One noticed, Yang menarik dari pendakian gunung talang adalah aliran sungai air panas di jalur2 pendakian. Kalau biasanya kita lihat kolam air panas, maka ini adalah sungai air panas. Sepanjang aliran sungai beruap panas. Asik buat steam. Seru.

Lanjut. Jam 11 gue sampe di pintu rimba. Medannya ga terlalu sulit. Seperti rimba yang seharusnya. Setelah dua jam melanjutkan perjalanan kami sampai di pintu angin, atau awal pendakian cadas.

Sepanjang perjalanan gue udah hampir-hampir tumbang. Gue kurang tidur, kecapekan juga jadi panitia malam perpisahan di kecamatan. Dan ini pertama kalinya gue ngerasain kram kaki gue. Untung ada fatur, yang senantiasa setia dengan jasa urutnya. Khukhuu. Love jogja pokoke.

Jam setengah tiga, akhirnya kami sampai di puncak.

Di puncak berbatu, Gue duduk, seperti biasa, menikmati apa yang menerpa wajah dan penglihatan gue, mencoba mempercayai apa yang telah gue lalui di Tujuh jam perjalanan tadu. Its amazingly tired me. Baru kali ini, benar-benar baru kali ini.  Dan gue juga baru kali ini mendapat sesuatu hal yang baru, dari puncak gunung talang gue bisa melihat tiga danau besar yang namanya danau atas, danau bawah, dan danau singkarak.

“negeri ini indah, Tuhan, Bantu kami menjaganya”
Seiring semilir angin berhembus, satu persatu sahabat gue tertidur. Mereka lelah, gue juga. Tidur mereka pulas, dua ekor anak manusia yang sedang merasakan kebebasan. Menjadi “the real Me” versi mereka. Gue salut sama orang-orang kayak mereka. Melakukan apa yang ingin mereka lakukan. Tidak peduli siapa menemani, tidak peduli besok balik ke kampus, tidak peduli tidak tahu medan. Yang harus mereka percayai, kaki harus berjalan sejauh mungkin, tangan berbuat sebanyak mungkin. 

Pendakian kali ini benar-benar tentang KITA. Tiga orang, berbeda karakter dan latar belakang, dengan satu tekad untuk diwujudkan. Dan meski Cuma bertiga, kami tidak pernah benar-benar merasa ‘kurang’. Kami telah merasa cukup memberi warna satu sama lain. Gaya bercanda satu sama lain. Saling menyemangati. Membicarakan hal-hal mulai dari batu terbang, ular naga, anjing peliharaan andrew, sepeda fixie fatur, tomat ajaib, aie angek, dan pembicaraan khas lainnya yang mengiringi pendakian hingga puncak Talang. Disadari atau tidak, it made power, and it bound us.

Gue tatap mereka, satu orang yang udah setahun tidur satu ranjang sama gue, satu orang tidur satu kamar sama gue. Wajah pulas mereka, menunjukkan kelegaan. Polos, kayak anak kecil abis dikremasi. Tenang tak bergeming. Seakan,  mereka sedang bermimpi indah dipijit julia perez dan dewi persik. Lalu Jupe dan Depe kelahi, dan mereka ga jadi dipijit. Kasian.

Apapun yang kalian mimpikan kawan, semoga disitu kita tetap bertiga.
Mimpilah yang indah, tidak perlu setinggi langit, cukup setinggi 2597 mdpl, asal tetap bertiga.



Manusia Bed Dobel di Cadas Gn.Talang


*Adegan ini dilakukan oleh profesional


"DEAL WITH IT!"



Fatur yang njepret


Fatur yang dijepret



Saat-saat 2-jam-langsung-nyampe, masih hepi



They are just..... amazing friends of mine


Satu gambar mewakili ribuan kata, huh..?


Us


Bertiga


Anda tidak akan tahu saya dimana, hueehuheeueu


 





















































































































































 































Jam empat sore kami terbangun, bukan karena udah puas tidur, tapi karena udah mulai basah kuyup. Ujan vrohh...!!

Dan Setelah beberapa selfie, sekitar jam setengah lima kita bergegas turun gunung sambil agak2 berlari. And it went so epic, fatur yang kakinya terkilir, dan gue yang dari awal pendakian udah kram2, mencoba mengimbangi larinya stick master. Kadang gue harus timpuk andrew pake akar pohon biar dia gegar otak dan jalannya melambat.

Well, hari itu menyimpan kesan buat gue pribadi. Kami tiba di perkampungan jam setengah tujuh malam. Udah ga ada lagi ojek yang mau nganter. Untungnya kami bisa mendarat di induk semang kelompok lembang jaya. Sambil nunggu mobil yang bakal nganter kita ke rumah, kami mandi dan istirahat. Luckily, ternyata malam itu adalah malam perpisahan temen-temen kelompok lembang jaya dengan keluarga induk semang mereka. Kita bakar-bakar ikan dan makan bareng disana.  Sambil gue sadar, semakin lama gua pulang maka gue melewatkan acara perpisahan dengan induk semang gue, acara baralek di deket rumah, juga acara pembukaan MTQ di kecamatan. Gue juga belum packing, belum beresin kantor, belum beresin kamar..

Cerita kali ini, benar-benar mahal.

Minggu, 25 Mei 2014

Aroma Keperjakaanmu, Kawan.....

Namanya praja, kalo udah korsa bisa erat banget. Apa-apa serba bareng-bareng. Makan bareng, tidur bareng, pergi kemana bareng, numpuk pakaian bareng. Sampe bingung waktu mau dipake lagi kok tiba-tiba bajunya mengecil. Mending kalo sama-sama bersih. Kalo ketuker ama yang dekil dan udah bau kemenyan, bisa ilfil juga.

Kayak sopel2 (sodara PL) gue di kecamatan IX Koto sungai Lasi ini. Dengan ini udah seminggu kita bareng-bareng. Kita cowok berlima belas. Satu kamar, berjejer bak ikan pindang pepes asem manis. Satu rutinitas, dalam satu kamar mandi. Which mean, kita udah bisa mulai saling memahami kepribadian satu sama lain. Kepribadian disini berarti mulai dari kebiasaan hingga bau badannya kita paham (baca : hapal).

Sopel gue, Angki, adalah yang paling istimewa bau badannya. Mudah dicium, mudah dikenali. No.1 di dunia, tidak ada tandingannya (iya, emang mirip oli top one). Kami sempat meyakini bahwa bau badan pache satu ini adalah satu-satunya se galaksi bimasakti. Seriously, baunya kuat banget. Saking kuatnya, seekor paus dari dasar laut selatan sumatera bisa mencium baunya, dan segera lari mengungsi ke atlantik. Dan hebatnya lagi adalah Sekali angki taruh baju kotornya di pojokan kamar, seketika aroma kamar menjadi aroma taman. Lebih tepatnya taman bermain kuda nil.

Bukan masalah besar, actually. Kami bisa bertahan dan udah mulai terbiasa. Sampe orang kalbar bernama aprizal mulai menggila dan menjadikan baju kotor angki ini lebih berbahaya dari senjata PD II. Bagaimana tidak, sekali ayun sang baju kotor itu bisa menyebarkan wabah endemik mematikan. Ekstreem.
Angki pun seolah tidak menggubris apa yang terjadi di dalam kamar. Mungkin dia berkata, di dalam hati, setiap orang punya kelebihan dan kelemahan, punya ciri dan kepribadian, we dont have any right to judge people. (terjemah : mampus loe, rasain serangan kolor bau gue)

Baiklah, kawan, kami akan mengerti kondisimu, kami akan mencoba bertahan dan menerimanya. Aroma dari timur yang kau sebarkan, tak akan pernah kami lupakan sebagai aroma keperjakaan yang kau tinggalkan untuk kami, teman. Be at peace..

Gue, absolutely, setuju ama pendapat ini. Dan mulai belajar menerima kenyataan, kalaupun harus terkena kangker paru-paru.

"Tekad saya bulat, Kita harus menyerang, saya punya senjata yang amat mutakhir"


 














PL2 udah lewat dua minggu. Dan bagi gue dua minggu ini merupakan dua minggu yang penuh berkah. pekerjaan gue udah rampung 85%. Dan 15% sisanya tinggal ngerapiin laporan, print, beres!. Uohh, Gue ga nyangka, dengan program kerja sebanyak itu bisa rampung secepat ini. Gue bersyukur, Temen-temen gue emang hebat, ga percuma potongan rambut mereka cepak-cepak. (ga ngaruh).

Best Team. IX Koto Sungai Lasi






 










Gue juga bersyukur banget punya pembimbing lapangan kayak pak suhadi. Orangnya easy going banget. mau ngasih apa aja yang kita minta asal kerjaan udah beres. Pernah anggota gue minta ijin buat pulang ke riau, ternyata mereka dapat ijin setelah menyelesaikan satu tugas dari pak suhadi yakni mem-fotocopy surat. (yaelah pak, yang keren dikit napa)

Menurut gue, Harusnya setiap orang tua / pendamping punya sifat kayak pak suhadi ini, Menyeimbangkan hak dan kewajiban. Bikin semangat kerja dan beresin semua program.


"Deal with it? huehuehuee"


 





















Lalu yang jadi misteri hingga saat ini adalah ini : kapan ya gue punya pacar???????????. 

Jujur gue ga pengen mikirin hal beginian. Tapi dua minggu tinggal di rumah pemilik warung yang pelanggannya biasanya berpasang-pasangan (and yes, they use couple T-shirt) telah menimbulkan sebuah pertanyaan mahagalau, bagi seorang mahajomblo, kayak gue. (nangis di pojokan)

Tapi ya menurut gue pertanyaan beginian wajar muncul. Thus gue udah lama ngejomblo. Tapi yang resenya adalah, pemandangan yang beginian mengingatkan gue pada moment2 lagi pacaran dulu. Jadi inget mereka yang pernah juga nemenin gue makan mie ayam baso, persis seperti yang gue lihat. Meski gue udah lupa rasanya makan ditemenin #hiks.

Well, Akhirnya gue malah Jadi penasaran sendiri, gimana ya kabar masing-masing dari mereka. huah, Program move on hancur berantakan!. Huehuehuee.. 

never mind. gue udah letting-go kok, Biarkan Semuanya hanya tinggal mitos belaka. Truely. khukhuu..

#koalalover
#akurapopo

Jumat, 09 Mei 2014

Dengan Ini, Tinggal 3 Lagi! (Late-Post)


Satu pekan yang bikin mata bengkak kayak sharingan gagal operasi sudah terlewati. UAS (Ujian Agak Serius) telah ditutup dengan manis hari ini. Yap, bener, open book.

Sekilas tentang UAS kemaren  :

Hari pertama : jawaban masih ada di kepala
Hari kedua : jawaban ada di meja kanan, meja kiri
Hari ketiga : jawaban mulai berceceran di kantong baju, kantong celana, kaus kaki, dsb
Hari keempat : mulai ekstrem, jawaban ada di paha teman
Hari kelima : puja raja kentang, its open book

Gue seneng sekaligus cemas dengan berakhirnya UAS. Itu karena nilai semester 4 ini menjadi penentu gue bisa dapat program S1, atau engga. Yang jelas, Sekarang gue harus atur waktu lagi, bikin manuver baru buat menghadapi tiga kegiatan lagi..

Satu

Minggu depan tes samapta. Evaluasi kecakapan fisik yang dilakukan tiap tahun ini sungguh meresahkan raga.

Masalahnya, gue udah lama ga binsik2. Terutama pull up. Pernah kemarin sok-sok'an nyobain pull sehabis makan siang. Gue penasaran, masih bisa pull up berapa kali. Hasilnya sungguh mengharukan. Baru naik dua kali udah turun. dan diikuti bunyian ‘krekk’ di bagian kaki pull up bar, biar ga dituduh dan disalah2in gue langsung pergi, pura-pura bego. Oh athena, segendut itukah hamba sekarang..... parah abis.

Selanjutnya push up, sit up, dan shuttle run. Yang ini juga sama. Yang namanya tes samapta itu gerakannya harus abis-abisan. All out. Biar poinnya gedhe. Capek juga dipaksain biar gerakannya cepat dan banyak. Gue yang udah lama makan-tidur-makan-tidur jadi khawatir setelah samapta nanti ginjal gue tuker tempat sama lambung.

Dua

PL2 kabarnya bakalan di kabupaten Solok. Karena gue madya regional, kantor kerja gue nantinya adalah kantor kecamatan. (madya pusat di kantor desa). Dua hari dalam minggu ini bakalan ada pembekalan insentif. Eh, intensif, ding.

Program kerja tiga minggu udah gue susun matang-matang. Sebagai ketua kelompok, gue harus bisa bikin kelompok gue jadi kelompok yang produktif, esensial, penuh semangat, dan lebih banyak bekerja daripada bermain. Agendanya adalah : seminggu kerja, Ngeceng-ngecengin cewek di dua minggu sisanya. mantap!

Sebagai anak muda yang ingin terus berkembang layaknya kembang setaman, gue punya target-target buat ngisi hari-hari gue di PL2 nanti. Gue belajar dari kesalahan gue di PL1, kebanyakan tidur berdampak pada laporan ga selesai, kuper, jerawat yang ditumbuh di ketek. Engga, Gue engga mau ngelakuin kesalahan yang sama. Seperti kata pepatah “paul walker tidak menabrak mobil yang sama dua kali” (iyalah, sekali langsung tewas)

Jadilah Gue me-list apa-apa yang pengen gue lakukan selama PL2 nanti :

1.      Fasih berbahasa Minang dalam 3 minggu (kayak judul buku, biarin)
2.      Belajar masak rendang
3.      Menjadi ganteng seperti iko uwais

Tiga

Pengkaderan udah masuk tahap Nominatif 2 (N-2). Artinya, udah separo jalan. tinggal masuk tahap Normatif 3 dan definitif. Semua akan terasa baik-baik saja sampai masuk tahap definitif. Tahap terakhir, yang dipastikan penuh dengan pembayatan. Tuhane..... bantu hambamu tetap hidup Tuhan.
Overviewing, pengkaderan gue belum ada yang gugur. Lima unit kegiatan (ECU, FKP, MAP, CPM, GAP), dan satu organisasi (Sekretariat). Wew, Wish me luck ya.

Tulisan ini judulnya Late-Post. Late artinya terlambat, Post artinya tukang pos. Jadi ini yang nulis tukang pos yang suka terlambat.

Alasan kenapa tulisan ini bisa jadi Late-Post adalah ini : kebiasaan gue mengendapkan tulisan lebih lama dari umur indonesia merdeka. Biasanya, tulisan late-post udah gue ketik dan udah jadi. Gue endapkan biar bisa dibuka lagi dan diedit jadi bagus. Eh, ga taunya malah jadi batu. Kelamaan disimpen, ga sempet posting.